Header Ads Widget

Simpang Barelang Ditata, Komisi I DPRD Batam Sarankan Warga Ajukan Alokasi Lahan ke BP Batam

Simpang Barelang Ditata, Komisi I DPRD Batam Sarankan Warga Ajukan Alokasi Lahan ke BP Batam
Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto. 

Dinamika Kepri, Batam - Pembangunan Batam terus berlanjut, salah satunya dengan adanya proyek penataan persimpangan jalan Tembesi menuju Rempang-Galang yang mana jalan itu merupakan akses akses utama menuju kawasan wisata Rempang-Galang (Barelang).

Penataan simpang Barelang meliputi pembangunan bundaran, penyesuaian elevasi (kemiringan) jalan, hingga pelebaran setiap sisi simpang, jalan dibuat hingga lima lajur dengan pengerjaan pengerjaan bertahap.

Terkait hal itu, Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto menyampaikan, bahwa dalam hal ini komisi I sangat mendukungnya. Ia juga mengapresiasi atas dukungan kooperatif dari warga yang terimbas dalam penataan tersebut.

Kata Budi Mardiyanto, kios dan rumah yang dibongkar untuk penataan itu, penghuninya diberikan tempat tinggal sementara di Rumah Susun (Rusun).

"Dalam penataan tersebut, yang ditata pertama itu adalah kios dan akan dipindahkan lebih ke dalam kemudian tahap kedua baru rumah. Sementara, untuk warga itu diberi waktu selama 6 bulan tinggal di rusun serta mendapat fasilitas transporatasi dari Satpol PP," kata Budi Mardyanto, Jumat (11/6/2021).

Selain itu, ia juga menyarankan agar warga yang terdampak dari penataan itu membentuk perkumpulan agar bisa mengajukan lahan tempat tinggal ke BP Batam.

"Buat suatu perkumpulan seperti paguyuban atau sejenisnya, supaya bisa mengajukan permohonan lahan tempat tinggal kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam," pungkasnya.

Kata dia, orang-orang yang tinggal di rumah-rumah tersebut secara legal memang tidak punya, akan tetapi secara administrasi negara, mereka membayar PBB, artinya mereka membayar pajak dan bisa menjadi pertimbangan bagi BP Batam.

"Tapi semua dikembalikan kepada BP, karena BP Batam lah yang mempunyai kewenangan alokasi lahan. Namun mengingat para warga itu sudah tinggal selama 20 tahun lebih di tempat itu, demi kemanusian, kalau memang ada lahan/Kavling Siap Bangun (KSB), apa salahnya, bisa dialokasikan," tutupnya. (Red/KJ)