Header Ads Widget

Langgar Aturan, 10 Pelaku Parkir Liar Ditangkap Polisi Terancam 3 Bulan Penjara

Langgar Aturan, 10 Pelaku Parkir Liar Ditangkap Polisi Terancam 3 Bulan Penjara
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan saat konferensi pers di Mapolresta Barelang, Sabtu (12/6/2021) 

Dinamika Kepri, Batam - Sepuluh orang laki-laki pelaku pelanggar pungutan liar (pungli) parkir lewat jam oparasi di Kota Batam diamankan polisi dari Satreskrim Polresta Barelang. Para pelaku tersebut diamankan di berbagai tempat parkiran.

Terkait diamankannya ke-10 orang itu, saat gelar konferensi pers di Mapolresta Barelang terkait ungkap kasus pungutan liar parkir, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan di dampingi Kasi Humas Polresta Barelang Iptu Tigor Sidabariba mengatakan, para pelaku diamankan karena melakukan pelanggaran pasal 7 dan pasal 62 Jo pasal 12 Ayat 1 Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir.

"Berawal dari adanya laporan masyarakat melalui 110 pelayanan pengaduan polresta Barelang bahwasanya telah terjadi pungutan liar parkir yang melebihi batas jam yang ditentukan yakni jam 22.00 Wib. Setelah dilakukan pengecekan bahwa benar terdapat 10 (sepuluh) orang laki-laki pelaku pelanggar pungutan liar parkir. Kesepuluh pelaku tersebut yakni inisial Sg, Fl, H, Hs, Th, T, Fa, Ws, Sm, dan inisial B," terang Kompol Andri Kurniawan, Sabtu (12/6/2021).

Lebih lanjut dikatakannya, pungutan liar tersebut terjadi di Parkiran Alfamart depan Square Penuin Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, Parkiran depan Bank BRI Nagoya, Parkiran Nasi Goreng Goyang Lidah Jodoh, Parkiran Sate Jawa Jodoh, Parkiran Depan Time Zone Lubuk Baja, Parkiran Nasi Ayam Siang Malam, Parkiran BCA Newton dan Parkiran Depan Alfamart Penuin pada pukul 23.00 Wib dan kemudian dilakukan penangkapan terhadap 10 pelaku serta dibawa ke polresta barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari para pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 1 lembar pecahan uang Rp. 10.000, 6 lembar pecahan Rp. 5.000, 32 lembar Pecahan Rp. 2.000, 33 (tiga puluh tiga) lembar Pecahan Uang Rp. 1.000, 40 keping pecahan Uang Rp. 500," ungkapnya.

Terkait hal itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur melalui Kasat Reskrim Kompol Andri Kurniawan, membenarkan telah mengamankan 10 orang pelaku atas tindak pidana pungutan liar lahan parkir yang diamankan oleh Satreskrim Polresta Barelang.

"Benar, untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan tidak menutup kemungkinan bukan pungutan masalah parkir saja, masih ada pungutan liar yang lain. Polresta Barelang akan tetap gencar melakukan operasi terhadap premanisme yang melakukan pemungutan liar di Kota Batam," kata Kompol Andri Kurniawan menyampaikan perkataan dari Kapolresta Barelang kepada media.

Kasat Reskrim mengatakan, terkait dengan telah diamankannya 10 pelaku tersebut, tidak menutup kemungkinan apakah ada oknum yang melindungi perbuatan pelaku ataupun terorganisir.

"Ini akan terus kita dalami," ujar Kompol Andri Kurniawan.

Kapolresta Barelang dalam hal ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tidak mudah dan percaya dengan pungutan liar seperti memberikan uang parkir kepada seseorang diatas jam 22.00 Wib sesuai dengan ketentuan. Pesannya, apabila menemukan hal tersebut segera melaporkan ke Polresta Barelang melalui call centre (layanan pengaduan 110).

Terkait para pelaku yang diamankan itu, kata Kapolresta Barelang, atas perbuatan para pelaku akan dihukum dengan ancaman hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) dan akan diproses hukum dalam bentuk sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Batam. (Red)