Header Ads Widget

7 Bulan DPO, Direktur Perusahaan Inisial SS Ditangkap Pihak Pelapor

Inisial SS.

Dinamika Kepri, Batam - Setelah Tujuh bulan namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh penyidik Polresta Barelang, Direktur PT Perambah Batam Expresco berinisial SS akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak pelapor di Kampung Panau, Kabil, Nongsa, Kota Batam pada Kamis (24/6/2021) sore.

Diketahui, pria yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan berstatus DPO sejak Desember 2020 silam itu, berhasil ditangkap oleh pelapornya yakni Murni Megawati Sihaloho bersama sejumlah kerabat keluarganya.

Murni Sihaloho menjelaskan kronologi penangkapan SS, katanya, sekira pukul 11.00 Wib, kerabat keluarganya melihat keberadaan SS yang saat itu turun ke lokasi untuk melihat aktifitas pengukuran lahan kampung Panau Kabil oleh pihak BPN Batam.

"Mengetahui informasi tersebut, saya langsung meluncur ke kampung Panau dan tak lupa membawa bukti surat DPO yang dikeluarkan oleh penyidik Polresta Barelang," kata murni, kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Sekira pukul 12.30 Wib, Murni dan kerabat keluarganya kemudian menelusuri keberadaan SS di Kampung Panau.

"Saat itu dia tidak ada ditemukan di lokasi pengukuran dan kita sempat kehilangan jejaknya," jelas Murni.

Katanya merasa curiga, selanjutnya mereka mengintai keberadaan SS di rumah orang tuanya yang masih berdomisili di sekitar kampung Panau.

"Sekira pukul 16.00 Wib, akhirnya kami melihat keberadaannya yang saat itu tengah keluar dari rumah orangtuanya. Dan saat itu juga kami langsung mengamankannya," jelas Murni.

Aksi penangkapan SS itu pun mengundang perhatian warga setempat dan sejumlah petugas pengukur lahan dari BPN Batam.

Saat itu SS juga sempat teriak minta tolong kepada warga. Namun, lantaran Murni menunjukkan surat DPO nya, akhirnya beberapa warga lainnya pun turut mengamankan SS.

Selanjutnya diperjalanan menuju Polresta Barelang, SS yang diapit oleh dua pria juga sempat memberontak di dalam mobil yang dikendarai oleh Murni Sihaloho.

"Di dalam Mobil, dia histeris berteriak sampai mengigit jari tangan Sitorus hingga berdarah. Sementara punggung saya sesekali ditendang dengan hantaman kuat dari arah belakang hingga cidera lantaran bekas operasi," kata Murni.

"Sesampainya di Polresta Barelang, kami langsung menyerahkannya ke Unit 3 Sat Reskrim Polresta Barelang," lanjut Murni.

Diberitakan sebelumnya, Murni Megawati Sihaloho yang merupakan pengusaha agen perumahan (property) berbadan hukum PT Grasia Mandiri Jaya yang berkantor di Batuaji, Batam, Kepri, sebelumnya telah melaporkan inisial SS ke polisi dengan pelaporan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan uang mencapai miliaran rupiah.

Hal itu dilakukan Murni karena perumahaan yang dijanjikan SS kepadanya akan dibangun, ternyata tak kunjung dibangun. (Ag)