Header Ads Widget

Dua Nahkoda Kapal Tangker Tangkapan Bakamla Dituntut 1 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan 2 tahun

Dua Nahkoda Kapal Tangker Tangkapan Bakamla Dituntut 1 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan 2 tahun
Sidang terdakwa Chen Yo Qun.

Dinamika Kepri, Batam - Dua terdakwa, Nahkoda kapal Tangker MT. Horse berbendera Iran, Mehdi Monghasemjahromi Warga Negara Iran dan Nakhoda kapal MT. Freya berbendera Panama, Chen Yo Qun Warga Negara Republik Rakyat China (RRC) dalam sidang perkara transfer (Ship to ship) minyak mentah crude oil tanpa izin di perairan indonesia, menjalani sidang penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (3/5/2021).

Dalam perkara ini, terdakwa Mehdi Monghasemjahromi dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 193 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dan denda Rp 200 juta

"Menyatakan terdakwa Mehdi Monghasemjahromi telah terbukti melanggar Pasal 193 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, dan menuntut terdakwa agar majelis hakim menjatuhkan pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dan denda Rp 200 juta," baca Rumondang dalam amar tuntutan.

Jaksa Rumondang juga mengatakan, dalam perkara ini, terdakwa Mehdi Monghasemjahromi juga terbukti memiliki senjata api, sehingga tidak ada alasan pemaaf ataupun pembenar untuk membebaskan terdakwa dari segala jeratan hukum.

Terkait barang bukti senjata api dan amunisi tersebut, Jaksa Rumondang membacakan, akan dikembalikannya kepada security guard kapal MT. Horse.

Dua Nahkoda Kapal Tangker Tangkapan Bakamla Dituntut 1 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan 2 tahun
Sidang terdakwa Mehdi Monghasemjahromi.
“Mengembalikan barang bukti senjata api dan amunisi kepada security guard kapal MT. Horse GT. 163.660,” kata Rumondang dalam amar tuntutan.

Beda jaksa, sedangkan untuk terdakwa Chen Yo Qun juga dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 104 UU RI Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Chen Yo Qun dengan pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dan denda sebesar Rp 2,5 miliar,” baca Jaksa Mega Tri Astuti dalam amar tuntutan.

Setelah pembacaan tuntutan, Ketua majelis hakim David P Sitorus didampingi Christo EN Sitorus dan Hendri Agustian, kemudian menunda sidang hingga hari Kamis tanggal 6 Mei 2021 mendatang dengan agenda sidang untuk mendengarkan pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari masing-masing terdakwa.

Sebelumnya, Kapal MT. Horse GT. 163.660 dan MT Freya GT160.216 ditahan petugas dari Kapal Patroli Bakamla KN. Pulau Marore-322. 

Kedua kapal ditahan karena melakukan transfer minyak dengan labuh jangkar tanpa izin di koordinat 00o 09’00” S - 107o 10’ 30” T, yang mana perhentian kapal itu merupakan wilayah laut Natuna Selatan perairan Indonesia.

Setelah ditahan, kemudian dilakukan pemeriksaan di dalam kapal, dari hasil pemeriksaan kapal MT. Horse GT, selain diketahui melanggar tentang pelayaran, petugas juga menemukan 3 peti senjata api jenis AK-47, pistol dan amunisi di antaranya, tiga pucuk senjata AK-47, Pistol jenis Colt Browning pucuk, Flare Gun 1 pucuk, PK Machine Gun Barrel 1 pucuk, PK Machine Gun 1 pucuk, PK Machine Gun Spare Barrel 1 pucuk, Night Vision Binoculars 1 buah serta Amunisi sebanyak 1.540, Magazine AK-47 sebanyak 18 buah, Amunisi pistol Colt Browning 65 buah, Magazine Colt Browning 5 buah, Amunisi Flare Gun 10 buah serta Amunisi Machine Gun 1.000 buah, Magazine Machine Gun sebanyak 4 buah, 

Sedangkan di kapal MT. Freya, petugas mendapati adanya pembuangan water ballast limbah ke laut tanpa menghidupkan mesin Oil Water Separator (OWS) sebagai penyaring minyak, melalui buritan kanan kapal MT. Freya.

Dari pelanggaran wilayah saat labuh jangkar dan bukti yang didapatkan, kemudian kedua nahkoda kapal ditahan untuk menjalani proses lebih lanjut. (Ag)