Header Ads Widget

Ancam Korban dengan Badik, Pencuri Handphone dan Penadah Dibekuk Polisi

Ancam Korban dengan Badik, Pencuri Handphone dan Penadah Dibekuk Polisi
Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik (tengah) saat melakukan konferensi pers di Polda Kepri, Senin (17/5/2021).

Dinamika Kepri, Batam – Dua orang pelaku inisial AK alias R dan ZI alias Z dan dua orang penadah hasil curian berinisial SFM ALIAS R dan inisial R, berhasil dibekuk oleh Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri.

Para pelaku diamankan atas dugaan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan penadahan terhadap seorang korban perempuan warga Bengkong Pertiwi, demikian hal tersebut disampaikan oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto didampingi Kasubbid Penmas Polda Kepri AKBP Imran, saat Konferensi Pers di Polda Kepri, Senin (17/5/2021).

Kasubbid Penmas Polda Kepri AKBP Imran menuturkan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP- B / 47 / V / 2021 / SPK – Polsek Bengkong, tanggal 14 Mei 2021, kemudian para pelaku berhasil diamankan.

Dijelaskan tentang kronologisnya, kejadian itu terjadi pada hari jumat, 14 mei 2021 pada jam 4:15 Wib yang saat itu korban sedang tidur di kamarnya. Ketika korban terbangun, tiba-tiba tersangka inisial ZI alias Z langsung mengancam korban dengan menggunakan badik.

Setelah mengancam dan membuat korban ketakutan, kemudian ZI mengambil handphone milik korban. Tak sampai di situ, ZI kemudian berjalan menuju ruang tamu, dan tidak sengaja bertemu anak korban yang juga terbangun, melihat itu, ZI kembali mengancamnya dengan badik dan mengambil handphone milik anak korban, kemudian memerintahkan anak korban untuk bergabung dengan ibunya masuk ke kamar korban.

Setelah anak korban bergabung dengan ibunya di dalam kamar, tersangka inisial ZI lalu kabur keluar dari rumah korban melalui jendela kamar tempat ZI masuk sebelumnya.

Usai keluar jendela, ZI lalu menghampiri tersangka inisial AK alias R yang sudah menunggu di luar rumah korban dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

"Akibat perbuatan yang dilakukan kedua tersangka tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp. 6.300.000 yakni berupa 2 handphone milik korban dan anaknya,″ ucap AKBP Imran, SH.

Lebih lanjut dikatakannya, kronologis penangkapan tersangka berawal dari Laporan Polisi, Tim Opsnal dari Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri kenudian melakukan penyelidikan di lapangan, dan pada hari Minggu, 16 mei 2021, jam 03.00 Wib, diketahui bahwa tersangka AK alias R dan ZI alias Z tinggal di daerah Bukit Samyong, Tanjung Sengkuang.

Kemudian sekira jam 04.15 wib, tim mengamankan tersangka inisial ZI di kos-kosannya. Setelah dilakukan pengembangan, sekiter pukul 04.25 Wib, tim kemudian mengamankan tersangka inisial AK alias R.

Tak sampai di situ, tim kemudian melakukan pengembangan dan mendapatkan informasi bahwa barang hasil kejahatan dijual kepada tersangka inisial SFM alias R dan inisial R yang berperan sebagai Penadah.

Pada pukul 05.00 Wib, tersangka inisial SFM alias R diamankan di depan ATM Foodcourt 98 Jodoh, sedangkan pada pukul 05.45 wib tersangka inisial R diamankan di kos-kosan Bukit Samyong, Tanjung Sengkuang.

Tentang modus kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka, ungkap AKBP Imran, modus operandinya adalah kedua tersangka AK alias R dan ZI alias Z melakukan pencurian dengan kekerasan dengan cara tersangka inisial ZI alias Z masuk ke dalam rumah korban dan tersangka Inisial AK alias R menunggu di luar mengendarai sepeda motor.

Tersangka inisial ZI alias Z masuk rumah melalui jendela kamar korban dan langsung mengancam korban dan anaknya menggunakan badik, kemudian mengambil Handphone milik korban dan anaknya. Setelah itu tersangka inisial ZI alias Z keluar rumah korban melalui jendela, lalu menemui tersangka inisial AK alias R yang sudah menunggu di luar rumah, dan kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor. Kemudian tersangka inisial AK alias R dan tersangka inisial ZI alias Z lalu menjual barang hasil curiannya kepada tersangka SFM alias R dan inisial R.

Dari para tersangka diamankan barang bukti berupa 1 unit handphone iphone 8 warna hitam milik korban, 1 unit handphone samsung J7 warna hitam milik korban, 1 unit handphone vivo warna biru milik tersangka, 1 unit sepeda motor yamaha mio, 1 badik, 1 tas selempang, 1 gunting seng warna orange, 1 gunting kecil warna hitam dan 1 pisau lipat.

Kata AKBP Imran, para tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP Tindak Pidana Curas dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

Dilanjutkan Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, katanya, dari hasil pemeriksaan para pelaku itu, tersangka ZI alias Z adalah merupakan residivis di mana sejak awal januari 2021 sampai dengan mei 2021, telah 5 kali melakukan tindak kejahatan curas dan curat, yaitu di 2 kali Tanjung Buntung Bengkong, 1 kali di Halte Bengkong Sarmen dan 2 kali di Bengkong Pertiwi.

Untuk tersangka inisial R, pada tahun 2010 sampai dengan 2017, tersangka sebelumnya telah melakukan tindak kejahatan pencurian atau copet sebanyak 4 kali di Hongkong dan pada tahun 2017 ditangkap dan kemudian divonis 3 tahun penjara Hongkong.

Tak sampai di situ, kemudian selama tahun 2021, inisial R juga telah 3 kali melakukan tindak kejahatan curat di Kota Batam. Sedangkan untuk tersangka SFM alias R, telah beberapa kali membeli handphone dari kedua tersangka inisial AK alias R dan inisial ZI alias Z.

Selain itu, melihat dari kejadian yang dilakukan oleh para tersangka tersebut, Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik juga menghimbau masyarakat supaya lebih hati-hati lagi apalagi di masa pandemi saat ini.

″Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih hati-hati mengingat situasi sekarang adalah situasi pandemi, semua orang dalam tingkatan kebutuhan ekonomi yang labil dan tidak menutup kemungkinan dengan kebutuhan yang mendesak dan situasi seperti ini ada beberapa orang yang tergoda untuk melakukan tindakan kejahatan hanya dengan untuk memiliki suatu barang yang didapatkan secara efisiensi dan instan dengan cara melakukan kejahatan," pesan Kombes Pol Arie Dharmanto.

Mengakhiri, Kombes Pol Arie Dharmanto juga berharap, katanya, selain untuk lebih berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan, masyarakat juga harus berhati-hati dalam penampilan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

"Harapan saya kepada masyarakat, selain kita tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana anjurann dari pemerintah, kita juga berhati-hati di dalam berpenampilan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, saling mengingatkan terhadap keamanan lingkungannya masing-masing. Saya juga berharap masyarakat untuk tidak apatis dan selalu bekerja sama serta menjaga kesehariannya agar tidak memancing pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya,″ tutup Kombes Pol Arie Dharmanto. (Ril)