Header Ads Widget

Terkait Laka Kerja, Komisi IV DPRD Kota Batam Sidak ke PT. Marcopolo Shipyard

Terkait Laka Kerja, Komisi IV DPRD Kota Batam Sidak ke PT. Marcopolo Shipyard
Suasana pertemuan Komisi IV DPRD Batam dengan pihak yang mewakili perusahaan.

Dinamika Kepri, Batam - Terkait insiden kecelakaan kerja di galangan kapal PT. Marcopolo Shipyard yang mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja bernama Calvin Alfahrizi pada hari Senin (19/4/ 2021), Komisi IV DPRD Kota Batam yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT. Marcopolo Shipyard, Kamis (22/4/21) siang.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri didampingi Sekretaris Komisi, Tumbur M Sihaloho serta seluruh anggota komisi yakni Mochamat Mustofa, Bobi Alexander Siregar, Aman, Sahrul, Capt. Luther, Nina Melannie, Taufik Muntasir dan Koordinator Komisi IV sekaligus Wakil Ketua III DPRD Batam, Ahmad Surya.

Tak hanya anggota dewan, dalam sidak itu juga didampingi dari pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Batam yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial, Amuri.

Kedatangan rombongan anggota DPRD Batam dan pihak Dinas Tenaga Kerja Kota Batam disambut HR PT Marcopolo, Sutono yang melawakili pihak perusahaan PT. Marcopolo Shipyard. kemudian pertemuan dilakukan di ruang pertemuan yang berada di lantai dua Gedung PT. Marcopolo Shipyard.

Dalam pertemuan itu, anggota Komisi IV DPRD Batam, Mochamat Mustofa mengatakan, sidak yang mereka itu guna untuk memastikan sejauh mana penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) PT. Marcopolo Shipyard.

"Karena penerapan K3 ini akan mengetahui, ada atau tidaknya human eror, sehingga terjadi kecelakaan kerja itu," ujar Mustofa.

Mengenai kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, Mustofa menjelaskan setiap perusahaan harus mampu melakukan perbaikan-perbaikan yang sangat mendasar tentang safety.

Selain itu, Mustofa juga mempertanyakan bagaimana penerapkan safety (keselamatan kerja=red) di perusahaan dan juga mempertanyakan sertifikat pekerja bidang safety di perusahaan tersebut. 

"Jangan-jangan mereka (safety) di sana warepacknya saja yang warna oranye, namun mereka tidak mempunyai sertifikat? Ini nanti yang akan kita telusuri," ucap Mustofa.

Tak hanya itu, mengenai dengan meninggalnya seorang pekerja subcon dari PT. LCS (Levian Cahaya Sukses) di galangan milik PT. Marcopolo tersebut, Mustofa mengatakan pihak galangan harus bertanggung jawab dengan tidak melimpahkannya begitu saja kepada subcon.

"Pihak perusahaan galangan tidak boleh melepaskan tanggung jawab begitu saja kepada pihak subcon, mereka juga harus ikut bertanggungjawab," tegasnya.

Lanjut Mustofa, untuk mempertanggungjawabkan kejadian tersebut, pihaknya bersepakat untuk memanggil pihak perusahaan galangan untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi IV DPRD Kota Batam.

"Secepatnya kami akan panggil pihak perusahaan galangan dan juga instansi-instansi terkait lainnya untuk menjelaskannya secara detil di dalam RDP," pungkasnya.

Terkait insiden laka kerja yang mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja bernama Calvin Alfahrizi itu, anggota Komisi IV DPRD Batam, Bobi Alexander Siregar yang ikut melakukan sidak mengatakan, bahwa pihak perusahaan mengakui kejadian tersebut.

"Ya, pihak perusahaan mengakuinya. Nah, kenapa kita melakukan sidak ke perusahaan tersebut, karena sebagai komisi IV, ini bidang pengawasan kita. Maka selain sidak, kita dari komisi IV juga akan melakukan RDP dan akan memanggil pihak perusahaan dan pihak-pihak terkait mengenai kejadian itu," kata Bobi Alexander Siregar. (Ag/Exp)