Header Ads Widget

Terdakwa Zulkarnain Fabanyo Sidang Perkara Limbah B3 di Kapal MT. Tigerwolf Divonis Bebas

Terdakwa Zulkarnain Fabanyo Sidang Perkara Limbah B3 di Kapal MT. Tigerwolf Divonis Bebas
Terdakwa Zulkarnain Fabanyo (kanan) saat sidang online dari Gedung Kejari Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Zulkarnain Fabanyo sidang perkara 1003/Pid.Sus/2020/PN Btm tentang lingkungan hidup yang bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, akhirnya divonis bebas oleh majelis hakim, Selasa (20/4/2021).

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa Zulkarnaen Fabanyo Bin Abdul Rahman yang merupakan Direktur PT. Jaya Agung Padaelo dinyatakan terbukti melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan oleh jaksa penunutut, akan tetapi bukan merupakan tindak pidana.

"Menyatakan terdakwa Zulkarnaen Fabanyo Bin Abdul Rahman terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan tindak pidana. Melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum. Memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya," baca hakim ketua majelis sidang dalam amar putusan.

Terkait barang bukti berkas-berkas dokumen akta pendirian perusahaan dan berkas dokumen kapal MT. Tigerwolf yang terlampir dalam berkas perkara, dalam putusannya, majelis hakim memerintahkan agar dikembalikan kepada pemiliknya yang sah yaitu PT. Naga Sinar Maritim, sedangkan barang bukti berupa 9 sekop, 2 blower elektrik, 4 karung limbah B3 seberat 1380 Kg, sample barang bukti limbah seberat 58,5 Kg, diperintahkan untuk dimusnahkan dan membebankan biaya perkara kepada negara.

Oleh jaksa penuntut, sebelumnya terdakwa Zulkarnaen Fabanyo dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 (enam) bulan kurungan.

Saat penuntutan waktu itu, terdakwa dinyatakan jaksa penuntut terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa seizin sebagaimana dimaksud di pasal 59 ayat 4 sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 102 Jo pasal 59 ayat (4) Jo pasal 116 ayat (1) huruf B UU RI No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sebelumnya, terdakwa disidangkan berdasarkan dari hasil pengungkapan oleh anggota polisi dari Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri dan anggota dari Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri.

Pengungkapan itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan tank cleaning di kapal MT. Tigerwolf di sekitar perairan Galang, Batam.

Mendapat informasi itu, kemudian petugas yang melakukan patroli rutin menggunakan Kapal Patroli Polisi XXXI-1010 Ditpolairud Polda Kepri mendatangi kapal dan melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan di kapal MT. Tigerwolf itu, petugas menemukan barang bukti beberapa karung karung kecil yang berisi Sludge hasil tank cleaning kapal dan peralatan kerja yang digunakan untuk tank cleaning berupa sekop, kain majun, baby bag, jumbo bag, blower electrik dan lampu penerangan beserta sapu, secrap, masker warna putih dan lampu senter. (Ag)