Header Ads Widget

Terdakwa Zulkarnaen Sidang Perkara Limbah Kapal Dituntut 1 Tahun Penjara

Terdakwa Zulkarnaen Sidang Perkara Limbah Kapal Dituntut 1 Tahun Penjara
Majelis Hakim sidang terdakwa Zulkarnaen Fabayo.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Zulkarnaen Fabayo bin Abdul Rahman sidang perkara tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dituntut jaksa 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 (enam) bulan kurungan penjara saat sidang agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (6/4/2021).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zulkarnaen Fabayo bin Abdul Rahman dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan denda sebanyak satu milyar rupiah subsidair enam bulan kurungan dengan perintah terdakwa tetap ditahan" baca JPU dalam amar tuntutan.

Mengenai barang bukti berupa dukumen foto copy gros akta pendirian perseroan terbatas PT. Jaya Agung Padaelo, foto copy company profile dan satu bundel foto copy report of Demucking Vessel MT. Tigerwolf (Laporan Pekerjaan Demucking di Kapal MT.Tigerwolf), baca JPU akan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah yaitu PT. Naga Sinar Maritim, sedangkan barang bukti berupa sekop, blower elektrik, karung berisi limbah B3, dirampas untuk dimusnahkan.

Oleh Jaksa Penunut Umum (JPU), terdakwa Zulkarnaen Fabayo dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang melakukan pengelolaan limbah B3 tanpa seizin sebagaimana pasal 59 ayat 4 sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 102 Jo pasal 59 ayat (4) Jo pasal 116 ayat (1) huruf B UU RI No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Setelah mendengarkan amar tuntutan terdakwa dari jaksa penuntut umum, kemudian majelis hakim menunda sidang dan mengagendakan sidang putusannya pada tanggal 13 April 2021 mendatang.

Dalam hal ini, terdakwa Zulkarnaen Fabayo bin Abdul Rahman selaku Direktur PT. Jaya Agung Padaelo disidangkan karena diduga melakukan pelanggaran dalam melakukan pengelolaan limbah B3 tidak memiliki izin dari Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya, di kapal MT. Tigerwolf saat melakukan Tank Cleaning dan labuh jangkar di sekitar perairan Rempang Galang, Batam, Kepri pada bulan Mei 2020 yang lalu.

Dugaan pelanggaran ini sebelumnya berhasil diungkap oleh anggota polisi dari Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri dan anggota dari Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri.

Pengungkapan itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan tank cleaning di sekitar perairan Galang, Batam.

Mendapat informasi, kemudian petugas yang melakukan patroli rutin menggunakan Kapal Patroli Polisi XXXI-1010 Ditpolairud Polda Kepri mendatangi kapal dan melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan di kapal MT. Tigerwolf itu, petugas menemukan barang bukti beberapa karung karung kecil yang berisi Sludge hasil tank cleaning kapal dan peralatan kerja yang digunakan untuk tank cleaning berupa sekop, kain majun, baby bag, jumbo bag, blower electrik dan lampu penerangan beserta sapu, secrap, masker warna putih dan lampu senter. (Ag)