Header Ads Widget



Yanes Yosua Frans: Pemerintah Sudah Seharusnya Bentuk Pengadilan Khusus Persoalan Tanah

Yanes Yosua Frans: Pemerintah Sudah Seharusnya Bentuk Pengadilan Khusus Persoalan Tanah
Foto bersama Ir. Juanda, Yanes Yosua Frans dan Jonni Pakkun.

Dinamika Kepri, Batam - Penasehat Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) pusat, Yanes Yosua Frans yang juga relawan "We Love Jokowi" mengatakan, sudah seharusnya pemerintah membentuk pengadilan khusus yang menangani sidang persoalan tanah di indonesia. Hal itu dikatakannya saat melakukan konferensi pers di lantai 2 Hotel 89, Nagoya, Batam, Kepri, Rabu (7/4/20121) siang.

"Melihat banyaknya persoalan tanah, sudah seharusnya pemerintah membentuk pengadilan khusus yang menangani sidang persoalan tanah di indonesia ini. Mengapa saya katakan demikian, karena kalau kita lihat, kasus tanah yang perkaranya sampai ke meja hijau, selalu memakan waktu yang panjang, bahkan tidak bisa dipastikan kapan waktu selesainya. Maka dengan adanya pengadilan khusus itu, akan bisa memberikan kepastian waktu, jadi tidak bertele-tele memakan waktu yang lama dan sidangnya bila perlu cukup digelar sekali saja," kata Yanes Yosua Frans.

Baca jugaTjiu An Resmi Ditunjuk Jabat Ketua Koordinator Lapangan FKMTI Kepri, Aldi Braga untuk Kota Batam

Saat konferensi pers juga dihadiri beberapa warga masyarakat Batam, di antaranya warga masyarakat dari Tanjung Uma, Patam Lestari, Pulau Terong dan beberapa pengusaha di Batam.

Kepada Yanes Yosua Frans, warga dan pengusaha tersebut menyampaikan rasa penasaran, kekecewaan serta unek-unek yang mereka rasakan.

Saat itu ada juga warga itu menunjukan sertifikat tanahnya yang telah didapatkannya dari Program Nasional (Prona), namun dinilainya ada yang janggal dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Selain itu, warga Kavling Patam Indah, Sekupang, Batam yang hadir juga menyampaikan rasa kekecewanya lantaran sudah 8 tahun menunggu sejak dari tahun 2013, akan tetapi setifikat tanahnya tak kunjung didapatkannya dari ATR/BPN Batam.

Begitu juga dengan pengusaha yang hadir, Ir. Juanda namanya, saat itu ia menyampaikan rasa kekecewaanya terkait lahannya di daerah Batuampar, Batam.

Menanggapi penyampaian dari Ir. Juanda, Yanes mengatakan, dirinya akan menyampaikan permasalahan itu kepada presiden.

Baca jugaFKMTI Hadir di Kepri, Bagi yang Merasa Mafia Tanah Baiknya Kencangkan Sabuk Pengaman Anda

"Saya akan menyampaikannya, mudah-mudah dalam waktu dekat ini bisa bertemu dengan bapak presiden," ujar Yanes Yosua Frans.

Selain itu, warga Tanjung Uma juga menyampaikan persoalan terkait Kampung Tua Tanjung Uma. Katanya, meski sudah berstatus Kampung Tua, namun masih ada saja pihak yang mengusik lokasi tempat tinggal mereka.

Menanggapi semua penyampaian dari warga dan pengusaha itu, Yanes Yosua Frans mengatakan, agar persoalan yang dihadapi itu diteruskan ke FKMTI Kepri, supaya bisa ditindaklanjuti.

"Sampaikan saja ke FKMTI Kepri, dan siapkan semua berkasnya." ujarnya.

Baca jugaKapolri Instruksikan Jajarannya Tak Ragu Usut Tuntas Kasus Mafia Tanah

Kata Yanes mengakhiri, persolan mafia tanah adalah persoalan yang sangat krusial yang harus segera dituntaskan di negara ini, sehingga dibutuhkan kerja sama peran dari semua pihak dalam hal ini para aparat penegak hukum sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden Republik indonesia.

"Bapak Presiden Joko Widodo sudah mengatakan dengan tegas supaya aparat penegak hukum menangkapi semua mafia tanah, siapapun itu," cetus Yanes.

Yanes Yosua Frans juga meminta masyarakat untuk tidak takut untuk melaporkan jika melihat dan mengetahui ada orang atau oknum-oknum yang sengaja bermain-main terkait persoalan tanah di manapun itu di indonesia ini. 

Ditambahkan Kordinator Lapangan FKMTI Indonesia Bagian Barat dan Wilayah Se-Makassar, Jonni Pakkun mengatakan, dengan adanya FKMTI di Kepri, harapannya bisa membantu semua lapisan masyarakat dalam persoalan tanah. 

"Mengenai persoalan tanah di Kepri khususnya di Batam, FKMTI Kepri siap membantu dan akan melawan siapapun sesuai data," tegas Jonni Pakkun. (Ag)