Header Ads Widget

Bukti Panggabean: Pembangunan SUTT 150 KV Gardu Induk Batu Besar–Nongsa akan Dilanjutkan

Bukti Panggabean: Pembangunan SUTT 150 KV Gardu Induk Batu Besar–Nongsa akan Dilanjutkan
Pelaksana Harian (Plh) Corporate Secretary bright PLN Batam, Bukti Panggabean, SH.

Dinamika Kepri, Batam - Pihak bright PLN Batam mengatakan, akan melanjutkan pembangunan tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan Gardu Induk Batu Besar–Nongsa, Hal itu dikatakan di mana setelah adanya putusan dari Pengadilan Negeri Batam di Nomor: 233/Pdt.G/2020/PN Btm.

Keputusan tersebut menyatakan menolak gugatan dan tuntutan penggugat, serta menghukum penggugat membayar biaya perkara persidangan.

Pelaksana Harian (Plh) Corporate Secretary bright PLN Batam Bukti Panggabean mengungkapkan bahwa Bright PLN Batam merasa lega karena ada kepastian hukum untuk melanjutkan pembangunan SUTT yang selama ini dipermasalahkan oleh sebagian kelompok masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi atas putusan Pengadilan Negeri Batam tersebut. Pembangunan infrastruktur kelistrikan penting mengingat perlunya peningkatan keandalan kelistrikan di Batam pada umumnya terkhusus daerah Batam Center," ujar Bukti Panggabean, Senin (26/4/2021).

Lanjutnya, selain untuk memperkuat dan meningkatkan keandalan pasokan listrik, Bukti menambahkan pembangunan transmisi SUTT 150 KV ini sebagai bentuk kesiapan Bright PLN Batam dalam menjaga keberlangsungan suplai energi listrik bagi industri dan binsis yang ada di Batam Barelang, terutama semenjak ditetapkannya Keputusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) pada Juli 2020 lalu.

Terkait isu radiasi bahwa radiasi SUTT dapat berdampak pada manusia, kata dia sampai saat ini belum ada pembuktiannya.

“Sebelumnya beredar isu terkait radiasi bahwa radiasi SUTT dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia, tetapi belum ada pembuktian, nyatanya dan bila ambang batas aman sudah terpenuhi sebagaimana yang ditentukan WHO, itu tidak akan berdampak kepada kesehatan manusia," ujar Bukti.

Lebih lanjut dikatakannya, masalah jaminan kesehatan masyarakat sekitar, Bukti menyebutkan bahwa hal tersebut sudah ada jaminan dan standard internasional yang mengatur tentang jarak aman yaitu secara horizontal 8 meter dan vertical 5 meter.

Selain itu, Bukti juga menegaskan bahwa pembangunan SUTT tersebut juga bukan yang pertama sekali di Batam. Sebelumnya ada beberapa jaringan SUTT 150 KV di antaranya Tanjung Sengkuang- Baloi, Sei Harapan - Tanjung uncang dan jaringan tersebut telah beroperasi sejak tahun 2006 lalu.

Mengenai putusan pengadilan, kata Bukti, pihaknya akan melanjutkan pembangunan SUTT 150 kV yang menghubungkan Gardu Induk Batu Besar–Nongsa itu.

“Dengan adanya putusan tersebut, maka bright PLN Batam dapat melanjutkan pembangunan yang lama tertunda, dan akan menambah semangat kami untuk meningkatkan perekonomian dan kemajuan kota Batam," pungkas Bukti.

Kata dia mengakhiri, dalam melakukan pembangunan, bright PLN Batam tentu akan senatiasa selalu memperhatikan dan memetuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menyediakan tenaga listrik bagi calon pelanggan dan seluruh pelanggan. Selain itu, bright PLN Batam mengharapkan dukungan dari masyarakat, terutama yang dilalui jalur SUTT tersebut, agar pembangunan dapat cepat terlaksana sehingga dapat berdampak positif bagi Kota Batam. (Ag)