Header Ads Widget

Warga Kampung Cunting Jaya Minta Sagu Hati yang Layak

Warga Kampung Cunting Jaya Minta Sagu Hati yang Layak
RDPU Rencana Penggusuran Kampung Cunting, di ruang rapat komisi I DPRD Kota Batam, Rabu (24/3/2021).

Dinamika Kepri, Batam - Komisi I DPRD Batam hari ini menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) mengenai rencana penggusuran pemukiman warga di Kampung Cunting Jaya oleh PT. Sigma Aurora Property, di RT 05 RW 01, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam, Rabu (24/3/2021).

RDPU yang dilakukan di ruang rapat komisi I DPRD Kota Batam ini, berlangsung dipimpin oleh Ketua Komisi I, Budi Mardiyanto didampingi Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tohap Erikson Pasaribu, Harmidi Umar Husen, Utusan Sarumaha dan Safari Ramadhan dengan dihadiri undangan dari pihak Pengelolaan Lahan BP Batam, Infrastruktur Kawasan BP Batam, Pengamanan BP Batam, BPN, Satpol PP, Perangkat RT/RW, Lurah diwakili Kasi Trantib, Camat dan puluhan warga Kampung Cunting.

Adapun tujuan rapat ini digelar, warga meminta agar komisi I DPRD Kota Batam bisa memberikan solusi dan memfasilitasi keinginan mereka ke pihak perusahaan yang menggusur, dengan harapan kiranya pihak perusahaan bisa memberikan sagu hati yang selayaknya mengingat para warga sudah lama berdiam tinggal di tempat itu.

Dalam rapat, ketua RT 05 mengatakan, ada 30-an rumah yang akan digusur dan warga juga siap digusur jika pihak perusahaan bisa memberikan penyelesaian yang manusiawi.

Selain itu, dikatakan warga juga, sebelumnya mereka sudah pernah ditawari sagu hati Rp 3,5 juta, tetapi menolaknya. Katanya penolakan itu karena dinilai tidak sesuai, dan kemudian mengusulkan agar sagu hati diberikan sebesar Rp 10 juta, akan tetapi usulan itu sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak perusahaan.

"Kalau cuma Rp 3,5 juta, sampai di mana itu kami bisa gunakan, sedangkan kami sudah lama di tempat itu. Artinya, kalau pun kami mau pulang kampung, itu tidaklah cukup. Makanya kami menolaknya dan mengusulkan sagu hati sebesar Rp.10 juta, tapi belum ada jawabannya," kata salah satu warga dalam rapat.

Dalam rapat, Imam selaku Kasi Trantib Satpol-PP mengatakan, persoalan ini akan sulit terselesaikan jika warga yang ditinggal row jalan itu merasa memiliki.

Selain itu, Imam juga menceritakan dengan rinci tentang kronologis awalnya penggusuran. katanya penggusuran itu sudah terencana sejak tahun 2018.

Mengenai usulan warga untuk sagu hati sebesar Rp10 juta agar disampiakan ke pihak perusahaan, Imam mengatakan, bahwa pihaknya tidak punya wewenang untuk menyampaikan hal itu.

Dipenghujung rapat, Budi Mardiyanto juga mengatakan, agar warga yang tergusur bisa berlapang dada, karena yang warga tinggali itu adalah di row (bahu) jalan.

Meski demikian, namun Budi Mardiyanto berjanji akan tetap memfasilitasi permintaan warga itu ke pihak perusahaan.

Dalam rapat juga terungkap bahwa pihak perusahaan yang akan menggusur itu karena butuh akses jalan ke lahan lokasi perusahaannya.

Dikatakan anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tohap Erikson Pasaribu, katanya dalam hal ini PT. Sigma Aurora Property adalah pihak ketiga yang kebetulan butuh akses jalan ke lokasinya sehinga harus melakukan penggusuran.

Disampaikannya juga, karena itu bahu jalan, pintanya warga bisa berbesar hati, sebab jalan itu juga nantinya akan digunakan untuk kepentingan umum. (Ag)