Header Ads Widget

Lima Kali Penundaan Tuntutan, Hakim Ingatkan Jaksa Hadirkan Terdakwa Zulkarnaen Dijadwal Sidang Berikutnya

Lima Kali Penundaan Tuntutan, Hakim Ingatkan Jaksa Hadirkan Terdakwa Zulkarnaen Dijadwal Sidang Berikutnya
Majelis Hakim sidang terdakwa Zulkarnaen Fabayo bin Abdul Rahman. 

Dinamika Kepri, Batam - Majelis hakim yang menyidangkan terdakwa Zulkarnaen Fabayo bin Abdul Rahman dalam sidang perkara tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengingatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menghadirkan terdakwa dijadwal sidang berikutnya yakni tanggal 23 Maret 2021.

Hal itu disampaikan majelis hakim, karena sudah lima kali jadwal sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Zulkarnaen Fabayo telah tertunda atau tak kunjung dilakukan oleh JPU dengan alasan penundaan, tuntutan belum siap untuk dibacakan.

"Ini sudah lima kali penundaan, untuk sidang berikutnya tanggal 23 Maret 2021 supaya terdakwa dihadirkan," pesan Hakim ke Jaksa penuntut melalui sidang teleconference di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (16/3/2021).

Hakim menngingakan Jaksa karena di dalam perkara nomor:1003/Pid.Sus/2020/PN Btm ini, terdakwa Zulkarnaen Fabayo tidak ditahan.

Oleh Jaksa penuntut, sebelumnya terdakwa Zulkarnaen Fabayo didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 102 Jo Pasal 59 ayat (4) Jo Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Terdakwa Zulkarnaen Fabayo bin Abdul Rahman selaku Direktur PT. Jaya Agung Padaelo disidangkan karena diduga melakukan pelanggaran dalam melakukan pengelolaan limbah B3 tidak memiliki izin dari Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya, di kapal MT. Tigerwolf saat melakukan Tank Cleaning dan labuh jangkar di sekitar perairan Rempang Galang, Batam, Kepri pada bulan Mei 2020 yang lalu.

Dugaan pelanggaran ini sebelumnya berhasil diungkap oleh anggota polisi dari Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri dan anggota dari Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri.

Pengungkapan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan tank cleaning di sekitar perairan Galang, Batam.

Mendapat informasi, kemudian petugas yang melakukan patroli rutin menggunakan Kapal Patroli Polisi XXXI-1010 Ditpolairud Polda Kepri mendatangi kapal dan melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan di kapal MT. Tigerwolf itu, petugas menemukan barang bukti beberapa karung karung kecil yang berisi Sludge hasil tank cleaning kapal dan peralatan kerja yang digunakan untuk tank cleaning berupa sekop, kain majun, baby bag, jumbo bag, blower electrik dan lampu penerangan beserta sapu, secrap, masker warna putih dan lampu senter. (Ag)