Header Ads Widget

FKMTI Hadir di Kepri, Bagi yang Merasa Mafia Tanah Baiknya Kencangkan Sabuk Pengaman Anda

FKMTI Hadir di Kepri, Bagi yang Merasa Mafia Tanah Baiknya Kencangkan Sabuk Pengaman Anda
Foto bersama Ketua Koordinator Lapangan FKMTI Kota Batam Aldi Braga dengan Ketua Koordinator Lapangan Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Kepri, Tjiu An, Jumat (13/3/2021).

Dinamika Kepri, Batam - Tjiu An atau yang akrap disapa Ansia, pada hari Jumat 13 Maret 2021 lalu telah ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Lapangan Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) untuk wilayah Provinsi Kepri, sedangkan Aldi Braga ditunjuk sebagai Kordinator Lapangan FKMTI untuk Kota Batam.

Kedua orang ini ditunjuk langsung oleh Kordinator Lapangan FKMTI Indonesia Bagian Barat dan Wilayah Se-Makassar, Jonni Pakkun, dan nama kedua yang ditunjuk juga telah disampaikan kepada pengurus pusat FKMTI yang berkantor di Jakarta.

"Nama-nama yang ditunjuk sudah disampaikan ke pusat, kita tinggal menunggu mandat," kata Jonni Pakkun, Jumat (13/3/2021) sore, di bilangan Batam Center.

Sebagaimana kita kitahui, Kepri atau Batam khususnya adalah daerah tempatnya 1001 permasalahan lahan. Sehingga tidak heran jika setiap waktu Komisi I DPRD Batam selalu melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) menengahi permasalahan lahan antara masyarakat dengan perusahaan.

Yang punya kuasa lahan di Batam adalah BP Batam, tapi yang ribut -ribut soal lahan selalu masyarakat dengan perusahaan.

Tetapi apapun judul dari permasalahan soal lahan, akhir cerita, endingnya selalu masyarakat tak berdaya yang akan menjadi korbannya.

Melihat itu, Jonni Pakkun mengatakan, dengan kehadiran FKMTI di Kepri, harapnya bisa membantu para korban mafia tanah untuk kembali mendapatkan haknya.

" Karena itulah FKMTI hadir di Kepri," pungkasnya.

Dalam kiprahnya, FKMTI sebagaimana telah banyak diberitakan, sudah banyak mengungkap kasus terkait soal mafia lahan.

Tak hanya itu, baru-baru ini, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga telah mengnstruksikan jajarannya agar tak ragu untuk mengusut tuntas kasus mafia tanah.

Lantas, bagaimana untuk Kota Batam, apakah Aldi Braga yang telah ditunjuk sebagai koordinator lapangan FKMTI untuk Kota Batam akan siap bertarung adu data melawan mafia tanah? Kita tunggu aksinya.

Begitu juga bagi yang merasa mafia tanah, kehadiran FKMTI di Kepri dan di Batam tentu tak bisa dipandang enteng atau sebelah mata mengingat telah adanya pengungkapan mafia lahan di berbagai daerah dan para pelakunya telah meringkuk di penjara.

Baiknya kencangkan sabuk pengaman, karena mungkin saja perjalanan ke depan akan banyak tanjakan jalan berlubang dan goncangan. Atau mungkin saja, silap-silap masuk penjara.(Ag)