Header Ads Widget



Bukit Rata Bakau Musnah

Bukit Rata Bakau Musnah
ilustrasi.

Dinamika Kepri, Batam - Hujan banjir, tak hujan panasnya sangat menyengat, begitulah kondisi Batam saat ini. Bukit-bukit rata, hutan bakau musnah dibuat jadi pemukiman.

Tidak tahu siapa yang mengizinkannya, lahan kavling dan lahan untuk perumahan terus dicetak dengan menimbun hutan bakau.

Dahulu pembuatan kavling dilakukan jika ada penggusuran, tetapi saat ini tidak lagi, kavling dibuat untuk diperjualbelikan.

Miris memang, untuk penggusuran di saat ini tidak lagi diberikan kavling melainkan hanya uang paku, akan tetapi kavling untuk diperjualbelikan selalu tersedia dan sepertinya diusahakan selalu ada.

Harga pasaran kavling di Batam saat ini bervariasi yakni tergantung dari ukuran dan lokasi. Biasanya harga standart perkavling ukuran 10x6 meter dijual Rp 25 juta dan 10x8 meter seharga Rp 45 juta.

Tingginya peminat pembeli kavling di Batam dan tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, tidak heran kalau ada pihak-pihak yang selalu mengusahakan lahan kosong menjadi kavling maupun untuk lahan perumahan.

Tidak perduli itu hutan bakau atau rawa-rawa, pasti akan diusahakan bagaimana supaya menghasilkan uang. Lantas, sampaikan kapan sifat bar-bar ini akan terus dibiarkan?

Aktifitas penimbunan hutan bakau di Batam terus berlangsung. Meski terus berlangsung, namun sepertinya tidak ada pihak manapun terlihat yang melarangnya.

Cukup mengherankan memang, yang kuasai lahan di Batam adalah BP Batam. Lalu siapa mereka yang membuat kavling-kavling itu? Ya, hanya Tuhan yang tahu.

Apakah menunggu Batam tenggelam dulu baru kita menyesalinya? Ya, penyesalan datangnya selalu belakangan, karena kalau datangnya diawal, itu namanya pendaftaran. (Ag)