Header Ads Widget

Benny Sim dan Hendra Disidangkan, Didakwa Pasal Kesehatan

Benny Sim dan Hendra Disidangkan, Didakwa Pasal Kesehatan Terancam Pidana 15 Tahun Penjara
Kedua terdakwa (kiri) saat mengikuti sidang melalui teleconference dari Gedung Kejari Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Didampingi penasehat hukumnya Linda Sari Novianto, SH dan Rekan, dua terdakwa, Benny Sim dan Hendra sidang perkara dugaan tak memiliki izin edar farmasi (kosmetik) dari BPOM di nomor perkara 140/Pid.Sus/2021/PN Btm, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (16/3/2021).

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa didakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dari pasal yang didakwakan JPU, kedua terdakwa terancam pidana 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Dalam perkara ini, kedua terdakwa tidak ditahan seperti terdakwa lainnya, hanya diberlakukan tahanan rumah. Melihat hal itu, majelis hakim mengatakan, akan mempertimbangkan tahanan rumah kedua terdakwa.

"Karena kedua saudara terdakwa tidak ditahan dan ancaman pidananya 15 tahun, maka kami majelis hakim nanti akan mempertimbangkannya," kata hakim dalam sidang .

Usai mengatakan hal itu, kemudian ketua majelis hakim menunda sidang dan menjadwalkan sidang berikutnya yakni pada tanggal 23 Maret 2021 untuk mendengarkan keterangan saksi.

Sebelumnya, sebagaimana di dalam dakwaan JPU, pada hari Rabu, tanggal 30 September 2020 sekitar pukul 13.55 WIB, petugas PPNS Balai POM Batam melakukan pemeriksaan salah satu rumah yang digunakan sebagai Gudang/ Toko Online Purpleshop99/ Colourshop88 di Perumahan Gardan Masyeba Residence Blok L No. 9, RT 002 RW 005, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Batam.

Pada saat petugas mendatangi Rumah/ Gudang/ Toko Online Purpleshop99/ Colourshop88 itu, dengan memperkenalkan diri kepada salah seorang karyawan yang ditemui di Gudang tersebut dan menunjukan identitas dan surat tugas serta menyampaikan maksud dan tujuan untuk pemeriksaan, kemudian Benny Sim selaku pengurus/ Pengawas Gudang/ Toko Online Purpleshop99/ Colourshop88 itu, datang menemui petugas.

Setelah petugas Balai POM juga menyampaikan tujuannya kepada Benny Sim, selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di semua tempat itu, dan menemukan sediaan farmasi berupa kosmetik tidak memiliki izin edar, resi pengiriman ke konsumen, print rekening BCA, dua laptop merek merk compaq presario V3000 dan laptop merk HP SN.5CD5068364, charger, buku catatan pengiriman paket, print informasi pembayaran seller di shopee dan print profil toko di shopee.

Adapun barang bukti yang ditemukan petugas Balai POM saat itu yakni berupa kosmetik sebanyak 169 item dengan jumlah 38.201 picis.

Dari barang bukti dan dokumen yang didapat oleh petugas Balai POM, sesuai dengan print rekening tahapan BCA dari laptop merk compaq presario V3000, ditemukan nama Hendra diduga sebagai pemilik kosmetik. (Ag)