Header Ads Widget



Terkait Pemotongan Kapal Acacia, Arlon Vristo: Dari Segi Dampak Lingkungan tidak Ada Masalah

Terkait aktivitas pemotongan kapal Acacia Nassau berbendera Bahamas di dermaga Pax Ocean di lokasi PT Graha Trisaka Industri, Tanjung Uncang, Batam, Kepri, anggota komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Vristo mengatakan bahwa sesuai dengan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sudah dilakukan, tidak ada masalah.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Vristo.

Dinamika Kepri, Batam - Terkait aktivitas pemotongan kapal Acacia Nassau berbendera Bahamas di dermaga Pax Ocean di lokasi PT Graha Trisaka Industri, Tanjung Uncang, Batam, Kepri, anggota komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Vristo mengatakan bahwa sesuai dengan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sudah dilakukan, tidak ada masalah.

"Kalau dari segi dampak lingkungan, tidak ada masalah, dan mereka juga punya izinnya. Tetapi kita sangat berharap agar pihak perusahaan bisa berikan perhatian untuk masyarakat sekitar, contohnya dengan memberikan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan mereka. Jadi intinya tidak ada masalah kalau dari soal dampak lingkungan," ujar Arlon Vristo, Kamis (25/2/2021) siang saat di ruang kerjanya.

Tak hanya dari komisi III, komisi I DPRD Batam sebelumnya juga telah melakukan sidak ke perusahaan PT Graha Trisaka Industri untuk melihat kapal itu. Dalam hal ini, Komisi I melakukan sidak yakni terkait perizinan pemotongan kapal.

Menanggapi sidak yang dilakukan oleh komisi I, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Vristo mengatakan, itu haknya komisi I, karena komisi I berhak tahu soal perizinannya.

Kapal Acacia saat masih berlayar. (Sumber foto: marinetraffic.com)

Sebelumnya, pemotongan kapal ini ramai diberitakan dan diperbincangan di khalayak ramai khususnya di Kota Batam. Salah satu yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah, apakah galangan tempat membagun kapal diizinkan untuk melakukan pemotongan atau scrap kapal?.

Tak hanya soal izin aktivitas scrapnya, masyarakat juga mempertanyakan dampak lingkungan terkait pemotongan kapal tersebut, mengingat kapal berukuran besar, tentu memiliki limbah seperti minyak atau sejenisnya.

Mengenai asal usul kapal, Arlon Vristo juga mengatakan bahwa untuk status kapal itu juga sudah berstatus scrap.

"Seperti yang saya katakan tadi, tidak ada masalah baik itu dari segi dampak lingkungan maupun dari asal usul kapalnya, karena dari asal negaranya sendiri, kapal itu sudah dinyatakan scrap," ungkapnya.

Kondisi kapal Acacia setelah bagian haluannya dipotong.

Menurut hasil penelusuran awak media ini, kapal Acacia dibuat pada tahun 1981 dengan nomor IMO: 7926150, Vessel Type - Generic: Cargo Vessel Type - Detailed: General Cargo, Status: Active, MMSI: 311000693, Call Sign: C6DJ5, Flag: Bahamas [BS], Gross Tonnage: 31028, Summer DWT: 40734 t dan Length Overall x Breadth Extreme: 184.5 x 32.22 m.

Perjalanan terakhir kapal ini yakni dari Brisbane Port Austrlia menuju Batu Ampar, Batam, Kepri, Indonesia. (Ag)