Header Ads Widget

Lagi, Kapal Pembawa Rokok dan Mikol Ilegal Senilai Rp 10 Miliar Berhasil Diamankan Bea Cukai Batam

Bea Cukai Batam kembali berhasil mengamankan Kapal Motor (KM) Budi yang membawa rokok dan minuman alkohol (mikol) ilegal. Nilai barang yang dibawa kapal itu diperkirakan mencapai  Rp 10.046.310.000.
Barang bukti yang diamankan dari KM Budi.

Dinamika Kepri, Batam - Bea Cukai Batam kembali berhasil mengamankan Kapal Motor (KM) Budi yang membawa rokok dan minuman alkohol (mikol) diduga ilegal. Nilai barang yang dibawa kapal itu diperkirakan mencapai Rp 10.046.310.000.

Terkaita hal itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama Beadan Cukai Batam, Susila Brata menjelaskan awal mula penangkapan kapal, katanya penangkapan bermula dari adanya informasi yang didapatkan dari masyarakat bahwa ada kapal mencurigakan bernama KM. Budi yang mengarah ke perairan Sengkuang, Batam, Sabtu (20/02/2021) yang lalu.

"Informasi tersebut kami dapatkan pada pukul 02.00 WIB, kemudian pada pukul 03.00 WIB Satuan Tugas(Satgas) Patroli BC 7004 langsung melakukan pengejaran dan memberikan peringatan terhadap target (KM. Budi) untuk memberhentikan kapalnya,”ungkap Susila, Senin (22/2/2021).

Lebih lanjut dikatakannya, meski telah telah mendapat peringatan, KM. Buditetap melaju dan akhirnya mengandaskan diri di sekitar perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Batam.

Kondisi KM Budi yang kandas di perairan Pulau Putri, Nongsa, Batam, Kepri.

"Satgas Patroli BC 7004 menghubungi satgas kapal speedpatroli lainnya,BC 15026, BC 15027, BC 15028, BC 1512dan BC 20010(Satgas KantorWilayah DJBC KhususKepulauan Riau) serta dibantu Satgas DitPolairud Polda Kepri guna membackup proses pemeriksaan KM.Budi,” jelas Susila.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap KM.Budi, ditemukan sejumlah karton yang diduga berisi rokok dan minuman alkohol, namun tidak satupun ditemukan Anak Buah Kapal (ABK) di kapal tersebut.

"Satgas gabungan berhasil mengamankan muatan tersebut beserta satu orang ABK KM. Budi yang diduga melompat ke laut pada saat mengkandaskan kapal tersebut,” tambah Susila.

Kata dia, satgas selanjutnya menginterogasi terhadap satu ABKKM.Budi, dan diketahui bahwa ABK KM.Budi berjumlah delapan orang, mengetahui hal tersebut Satgas langsung melakukan pencarian ABK yang melompat ke laut di perairan pantai tersebut.

Tangkapan rokok ilegal diketahui sebanyak 454 karton dengan jumlah 5,9 juta batang, dengan berbagai merek seperti Maximm, Rave Menthol, Rave Flavour, Double Happiness, Manchester Menthol, dan ManchesterBlue Saphire. Sedangkan minuman alkohol tanpa dilekati pita cukai diketahui berjumlah 85 karton dengan jumlah 1.020 botol yang terdiri dari Red Label ukuran 1 liter dan Red Label ukuran 700 mililiter.

“Untuk estimasi nilai barang diperkirakan Rp10 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp7,8 miliar,” pungkas Susila.

Kata Susila mengakhiri, terhadap pelaku akan dijerat Pasal 102 huruf a Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-UndangNomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah), dan dijerat Pasal 50, pasal 54, dan pasal 56 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. (Ril)