Header Ads Widget

Bedanya Penjilat dengan Pengkhianat

Penjilat atau seseorang pencari muka suaka angkat telor untuk mendapatkan pujian, biasanya selalu hadir di sekitar kita, baik itu di lingkungan kerja maupun di lingkungan pergaulan kita sehari-hari.
Ilutrasi penjilat (Foto dok: yakusaaa)

Dinamika Kepri, Batam - Penjilat, Penjilat atau seseorang pencari muka suka angkat telor untuk mendapatkan pujian, biasanya selalu hadir di sekitar kita, baik itu di lingkungan kerja maupun di lingkungan pergaulan kita sehari-hari.

Keberadaan seorang penjilat di sekitar kita, akan terlihat seperti musang berbulu domba. Di depan kita dia akan bermanis-manis, tapi di belakang, dia menusuk kita.

Karakter seorang penjilat bukanlah karakter yang dibuat-buat, akan tetapi seperti karakter dari keturunan (genetik) yang sangat sulit disembuhkan.

Karakter atau sifat penjilat ini biasanya sangat membahayakan penderitanya. Tetapi si penderitanya selalu tidak menyadarinya, ya bahayanya dalam bersosial, karena penjilat lebih kepada egonya.

Sifatnya yang suka cari muka dan pujian dari atasan (Bos) dengan menjatuhkan orang lain, baginya itu suatu kebutuhan dan harus dilakukannya, agar ia terlihat lebih unggul dari yang lain, meski sebenarnya si penjilat itu biasa-biasa saja.

Tetapi itulah penjilat, dia merasa paling pintar, paling hebat, paling maha tahu segalanya, menganggap orang lain itu bodoh, suka membanggakan diri dengan menjatuhkan orang lain.

Penjilat itu bagaikan duri dalam daging. Demi keuntungannya, dia akan memadamkan pelita orang lain atau temannya, agar dirinya terlihat terang.

Bahkan anehnya si penjilat kerap tidak menyadari, kalau orang yang sedang dijilatnya telah mengetahui kalau dia seorang penjilat.

Penjilat memang tidak ada tak tahu malu, muka tembok dan bermuka dua, meskipun sifatnya-sifatnya sudah ketahuan dan terbongkar, si penjilat selalu punya alasan, dan ngeles ujungnya.

Penjilat tetaplah penjilat, ada yang mengatakan, lebih mulia seekor binatang dari pada seorang penjilat. Bernahkah?

Ingatlah, lebih baik jadi seorang pengkhianat ketimbang jadi seorang penjilat, sebab si Tuan akan lebih memperhitungkan dan takut kepada si pengkhianat, ketimbang si penjilat yang tak ubahnya seperti seekor anj*ng jinak.

Pengkhianat.

Pengkhinat adalah orang yang tidak setia, baik kepada negara atau teman sendiri. Pengkhinatan bisa terjadi karena ketidakcocokan, merasa tersakiti, tidak mendapatkan keadilan dan berbagai hal lainnya.

Jadi seorang pengkhianat itu memang sangat tidak baik dan sangat tidak dianjurkan, apalagi mengkhianti cinta, tetapi, ketimbang jadi seorang penjilat, jika suruh memilih, tentu akan memilih jadi pengkhianat ketimbang penjilat, sebab penjilat itu hanyalah seorang pecundang yang merasa diri paling hebat yang tidak sadar, kalau sebenarnya ia hanyalah setumpuk sampah busuk penuh belatung. (Ag)