Menparekraf Sebut Jujur Jalankan Protokol Kesehatan Bisa Bangkitkan Industri Pariwisata

Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Wadanlantamal IV) Tanjungpinang Kolonel Marinir Andi Rahmat M, bersama Sekda Provinsi Kepri Dr. H.T.S.Arif Fadillah,S.Sos., M.Si., Kas Kogabwilhan I Mayjen TNI Syafruddin,S.E., M.M, M.Tr.Han., Walikota Tanjungpinang Rahma, S.IP., se
Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Wadanlantamal IV) Tanjungpinang Kolonel Marinir Andi Rahmat M saat bertemu Menparekraf RI, Sandiaga Salahudin Uno, di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kepri, Sabtu siang (23/01/2021).


Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Wadanlantamal IV) Tanjungpinang Kolonel Marinir Andi Rahmat M, bersama Sekda Provinsi Kepri Dr. H.T.S.Arif Fadillah,S.Sos., M.Si., Kas Kogabwilhan I Mayjen TNI Syafruddin,S.E., M.M, M.Tr.Han., Walikota Tanjungpinang Rahma, S.IP., serta unsur Forkopimda Provinsi Kepri melepas keberangkatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahudin Uno di VIP Room Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kepri, Sabtu siang (23/01/2021).


Kedatangan Menparekraf RI diawali di Batam kemaren hari Jumat tanggal 22 Januari 2021.Tujuan kunjungan kerja Sandiaga Salahudin Uno ini adalah dalam rangka memastikan penerapan protokol Kesehatan (Prokes) serta memantau langsung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Batam dan Bintan.


Selain itu juga meninjau Nongsa Point Marina, Dekranasda Batam, Padang Golf Sukajadi serta berdialog dengan sejumlah pelaku industri pariwisata.


Sedangkan di Bintan Menparekraf juga meninjau Lagoy Bay, Treasure Bay hingga Desa Ekang Culai. Sandiaga mengatakan, jika protokol kesehatan di jalan dengan jujur maka industri pariwisata bisa bangkit.


"Kuncinya hanya satu apabila kita secara jujur menjalankan Protokol Kesehatan, maka industri pariwisata akan bangkit, karena yang paling berdampak disektor perhotelan dan restaurant," kata Sandiaga.


"Dengan PSBB atau PPKM dan ditutupnya perbatasan merupakan tindakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu saya memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dengan menggunakan akselerasi dan digitalisasi. Cepat beradaptasi dengan kondisi saat ini, kita harus mampu untuk mencari produk-produk yang bisa dijual kepada wisatawan domestik, dan produk-produk yang sekarang diminati seperti sport tourism, wisata berbasis alam terbuka, wisata yang berbasis edukasi, wisata yang berbasis kekayaan budaya kita," tutupnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Kepri, Kapolres Tanjungpinang, Danrem 033/WP diwakili Kasi Ops Korem 033/WP, Kajati diwakili Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara, Danlanud RHF diwakili Kadis ops, Asisten II Provinsi Kepri, Danguskamla Koarmada I diwakili Paban Pers, Kadispariwisata Provinsi Kepri, Kadispariwisata Kota Tanjungpinang, Kadis ULP Provinsi Kepri, Kabiro Pembangunan Provinsi Kepri serta para undangan lainnya. (Ril)




Menparekraf Sebut Jujur Jalankan Protokol Kesehatan Bisa Bangkitkan Industri Pariwisata

Tags:

BACA JUGA :

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.