Pjs Bahtiar Minta Media Bantu Ubah Pola Pikir Masyarakat Tentang Bahaya Covid-19|DINAMIKAKEPRI.COM

07 November 2020

Pjs Bahtiar Minta Media Bantu Ubah Pola Pikir Masyarakat Tentang Bahaya Covid-19

 

Pjs Bahtiar Minta Media Bantu Ubah Pola Pikir Masyarakat Tentang Bahaya Covid-19
Pjs. Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin. (Foto: Humas Pemprov Kepri)

Dinamika Kepri, Batam
- Pjs. Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin bersilaturahmi dengan para pemimpin redaksi (pemred) media massa se-Kepri, Jumat (6/11/2020).


Beberapa hal disampaikan pada pertemuan yang dilaksanakan di Golden Prawn itu, termasuk ajakan menjadi agen perubahan mindset masyarakat terhadap bahaya wabah Covid-19 dan menjadi pahlawan penanganan Covid-19.


Mengawali perbincangan, Bahtiar menceritakan bagaimana kekuatan media dalam membentuk opini publik.


Opini publik bisa dirancang oleh media sehingga bisa menjadi kebenaran dan bisa juga menjadi kebenaran yang dirancang. Sehingga bisa menutupi yang keliru menjadi benar dan benar jadi keliru. Pers berada di dua mata pedang bagi demokrasi. Bisa jadi imun dan bisa jadi virus.



“Sebagai pejabat sementara dengan masa tugas yang terbatas, tugas utama saya ada dua; melakukan berbagai cara penanganan Covid-19 sehingga tingkat penyebaran bisa ditekan, dan melaksanakan Pilkada sehat. Agar dua hal ini berjalan dengan baik, saya mengajak kawan-kawan pimpinan media untuk ikut serta menyukseskan dua kerja besar ini untuk rakyat Kepri,” pinta Bahtiar.


Bahtiar juga meminta bantuan media untuk ikut serta mengubah pola pikir masyarakat dalam menyikapi wabah Covid-19.


Saat ini, kata Bahtiar, di tengah masyarakat masih banyak yang menyepelekan dan bahkan tidak percaya dengan wabah Covid-19. Akibatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dalam aktifitas sehari-hari sangat rendah. Bahkan ada masyarakat yang tidak peduli sama sekali dengan masker ketika berinteraksi satu sama lain. Kondisi tersebut, apabila dibiarkan akan makin meningkatkan penyebaran Covid-19 di Kepri.


“Masyarakat belum menganggap serius kematian akibat Covid-19. Padahal angka kematian di Kepri sudah mencapai 2,53 persen. Jika angka ini konsisten maka dari 2 juta saja penduduk Kepri angka kematian bisa mencapai 47 ribu orang,” jelasnya.


Supaya kematian di Kepri akibat Covid-19  tidak sampai  di angka di atas, maka berbagai upaya terus dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan membuat gerakan berbagi 5 juta masker secara serentak se-Kepri.


“Setiap orang saya ajak untuk bisa menjadi pahlawan bagi orang sekitarnya dengan berbagi 1 masker saja. Kami pilih peringatan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 2020 nanti sebagai momentum gerakan berbagi 5 juta masker. Media sangat saya harapkan peran sertanya di sini sehingga masker bisa menjadi gaya hidup masyarakat,” tukas Bahtiar.


Tidak itu saja, Bahtiar menyebutkan juga akan menjadikan mesjid dan tempat ibadah lainnya sebagai sentral untuk mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.


Pada kesempatan silahturrahmi tersebut Bahtiar didampingi Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung Zulkifli. Pimpinan media yang hadir ada sebannyak 16 orang yang terdiri dari media cetak dan elektronik, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Chandra Ibrahim. (Ril)





BACA JUGA:

Scroll to top