11 November 2020

Ditresnarkoba Polda Kepri Berhasil Ungkap Peredaran Sabu Lewat Jasa Pengiriman

 

Ditresnarkoba Polda Kepri Berhasil Ungkap Peredaran Sabu Lewat Jasa Pengiriman
Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Muji Supriadi, SH, S.IK., MH (tengah) tunjukan barang bukti ke media.

Dinamika Kepri, Batam - Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Muji Supriadi didampingi Kasubdit dua, Kompol Andar Sibarani dan Kaur Mitra Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKP Syarifuddin, kepada media menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil mengungkap pengiriman Narkotika jenis sabu melalui salah satu jasa pengiriman di Kota Batam dan telah menangkap dua orang pelaku berinisial MI dan JM.


Hal itu disampaikan Kombes Pol. Muji Supriadi saat melakukan konferensi pers di media center Bidhumas Polda Kepri, Rabu (11/11/2020).


Dijelaskannya Kombes Pol. Muji Supriadi , awalnya pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020 sekira pukul 17.00 WIB Tim Opsnal Subdit 2 mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada pengiriman narkotika jenis sabu melalui jasa pengiriman J&T Expres Kota Batam. 



Kemudian Tim Opsnal Subdit dua melakukan pengecekan di Kantor J&T Expres tersebut ternyata benar ditemukan 1 (satu) buah kardus yang didalamnya berisikan dua bungkus diduga narkotika jenis sabu. 


Selanjutnya Tim Opsnal Subdit dua melakukan pengembangan terhadap pengirim paket tersebut. Sekira Pukul 19.50 Wib dilakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki yang bernama berinisial MI di Parkiran New Hotel Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. 


Saat  dilakukan penggeledahan badan dan kendaraan, ditemukan barang bukti satu bungkus diduga Narkotika jenis sabu.


Kemudian pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2020 sekira pukul 00.45 WIb dilakukan pengembangan dan penangkapan terhadap satu orang laki-laki yang bernama berinisial JM di depan Pos Siskamling RT 01 RW 03 Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam.

Adapun modus yang dilakukan oleh para pelaku yakni tergiur tawaran dari media sosial.


"Modusnya pemesan barang menawarkan pekerjaan melalui media sosial dengan memberikan upah yang menggiurkan yaitu sebesar Rp. 25 juta per orang. Dikarenakan mungkin situasi pandemi ini susah mendapatkan pekerjaan maka dua orang yang berinisial MI dan JM mengambil tawaran pekerjaan tersebut untuk mengambil barang di Kota Batam dan mengirim barang tersebut melalui jasa pengiriman barang tujuan Makassar Sulawesi Selatan yang mana upahnya akan dibayarkan setelah barang tersebut tiba di Makassar Sulawesi Selatan," ucap Kombes Pol. Muji Supriadi.



Adapun jumlah keseluruhan barang bukti yang diduga Narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan dari kedua orang tersangka tersebut yaitu seberat 3.147 gram (3,1 Kg). 


"Atas perbuatanya, kedua tersangka diterapkan UU  No.35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dengan ancaman pidana mati / penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp.10 miliar," tutupnya. (Ril)




BACA JUGA :

Scroll to top