Ditolak Masuk Lihat Kondisi Kapal, Ameng Manager PT. PJLM Emosi Minta PT. TKA Berikan Jawaban - DINAMIKAKEPRI.COM

Ditolak Masuk Lihat Kondisi Kapal, Ameng Manager PT. PJLM Emosi Minta PT. TKA Berikan Jawaban

 

Ameng (tengah) saat berdialog dengan pengawas PT. DSB, Taripar (kanan), Sabtu, (10/10/2020).

Dinamika Kepri, Batam -
Ameng Manager PT. Pasifik Jaya Lintasindo Mandiri (PJLM) bersama kuasa hukumnya Roger Morrow Sirumapea, SH dan puluhan orang, Sabtu (10/10/2020) sekitar pukul 10:00 Wib pagi mendatangi PT. Tri Karya Alam (TKA) Tanjung Uncang, Batam, Kepri.

Namun sayang, pihak PT. TKA yang hendak ditemui tidak berkenan hadir untuk bertemu sehingga terjadi adu argumen di pintu masuk perusahaan dengan pengawas PT. Dimensi Surya Bahari (DSB), Taripar.

Adu argumen terjadi lantaran Taripar selaku dari pihak PT. DSB itu tidak mengizinkan Ameng dan kuasa hukumnya masuk untuk melihat kapal.

Adapun maksud dan tujuan kedatangan Ameng dan kuasa hukumnya itu, yakni untuk melihat dan mengeluarkan atau mengambil 10 unit kapal terdiri dari tug boad dan tongkang yang sudah satu tahun berada di lokasi lahan perusahaan tersebut yang sebelumnya telah disurati untuk pengambilan kapal.

Kata Ameng, jika kapal-kapal itu tidak dikeluarkan maka kerugian yang ditanggungnya akan semakin banyak.

Ameng juga mengatakan, dirinya sangat kecewa karena tidak diperkenan masuk oleh pihak perusahaan untuk melihat kapalnya.

Beralasan atas perintah atasannya, Taripar tetap kukuh tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam lokasi perusahaan. Kata dia lokasi tersebut bukan lagi lokasi PT. TKA melainkan sudah lokasinya PT. DSB.

Tak hanya Ameng, Roger Morrow Sirumapea selaku kuasa hukum dengan berbagai cara argumen juga meminta agar diperkenan masuk untuk melihat kapal, namun Taripar tetap tidak mengizinkannya.

Berbagai upaya dialog dilakukan, namun Taripar tetap tidak mengizinkan masuk, sehingga sempat nyaris ricuh di mana Ameng mengatakan, pintu jangan ditutup sampai pihak dari PT. TKA datang menemuinya.

Tak berlangsung lama, suasana dialog pun kembali normal di mana setelah pihak keamanan dari personil TNI AD dari Koramil datang menengahinya.

Saat dialog, terkait kapal - kapal itu, Taripar mengatakan, bahwa pihak perusahaan tempatnya bekerja sudah melakukan gugatan ke pengadilan.

"Pihak perusahaan kami sudah melakukan gugatan ke pengadilan. Itu bisa dicek. Jadi kita tunggu saja hasil putusan pengadilan," ujar Taripar ke kuasa hukum PT. PJLM, Roger Morrow Sirumapea, SH.

Meski dikatakan Roger Morrow itu perihal yang berbeda, Taripar tetap tidak mengizinkan pihak PT. PJLM masuk untuk melihat kapal.

Pantuan media ini, dialog berakhir dengan aman dan kondusif, namun bagi pihak PT. PJLM tetap tidak terima karena diperlakukan tidak etis karena tidak diizinkan masuk untuk melihat kapalnya.

"Saya yang punya hak atas kapal tetapi tidak bisa melihatnya, inikan aneh? Kapal sudah satu tahun loh di sini, kalau ada barang-barang ada yang hilang, siapa yang tanggung jawab," kata Ameng.

"Mengenai tunggakan pembayaran, itu pasti akan kami bayar. Hitung berapa, kami akan sisakan kapal. Karena kalau semua ditahan, kami tidak bisa bekerja, dan kerugian juga makin banyak," sambung Ameng.

Terkait bergantinya nama perusahaan pemilik lokasi saat itu juga menjadi perhatian serius bagi pihak kuasa hukum PT. PJLM. 

Saat dipertanyakan soal itu, Taripar tidak begitu rinci menjelaskan kronologis pergantian nama perusahaan pemilik lokasi tersebut.

"Saya di sini pekerja. Kapasitas saya di sini untuk menjaga dan menjalankan kerja sesuai perintah dari perusahaan. Saya juga tidak mau karena mengizinkan masuk, saya dipecat, jadi mohonlah dimengerti," kata Taripar.

Sebelum membubarkan diri, pihak keamanan yang berjaga mengatakan, akan berupaya agar pihak-pihak dalam hal itu bisa dipertemukan duduk bersama, agar persoalan yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik. (Ag)





Scroll to top