Inisial A Oknum Pegawai BP Batam dan ALH yang Terkena OTT Terancam Pidana 9 Tahun Penjara - DINAMIKAKEPRI.COM

Inisial A Oknum Pegawai BP Batam dan ALH yang Terkena OTT Terancam Pidana 9 Tahun Penjara


Foto saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Senin (3/8/2020).

Dinamika Kepri, Batam – Dua orang tersangka inisial A dan ALH diamankan oleh Ditreskrimum Polda Kepri atas tindak Pidana Pemalsuan Surat Faktur tagihan Uang Wajib Tahunan BP Batam dan Pemerasan dan atau penipuan terhadap pengurusan lahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Senin (3/8/20).


"Tim teknis dari Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Tindakan OTT ini dilakukan berdasarkan Laporan dari salah seorang yang bekerja di BP Batam, dalam laporannya dikatakan bahwa telah terjadi Pemalsuan Surat Faktur tagihan Uang Wajib Tahunan BP Batam. Mendasari Laporan tersebut yang dimasukan pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2020, tim langsung melakukan penyelidikan secara cepat dan diperoleh informasi bahwa akan ada transaksi penyerahan Surat Faktur yang diduga palsu beserta uang sebesar Rp. 12.000.000.000 di salah satu Bank yang ada di Kota Batam. Dihari yang sama pada jam 15.00 Wib, tim langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka yang melakukan pemalsuan," kata Kabid Humas Polda Kepri.

Baca juga: BP Batam Tegaskan tidak Akan Berikan Bantuan Hukum Kepada Oknum Pegawai yang Terkena OTT 

Lebih lanjut dikatakannya, kasus tersebut berawal dari Direktur PT. EPS yang ingin mencari orang yang dapat membantu dalam pengurusan lahan dan penerbitan Surat Faktur, Penetapan Lokasi, Surat Keputusan, Surat Perjanjian sampai dengan terbitnya sertifikat. Kemudian PT. EPS memberikan kepercayaan terhadap inisial ALH untuk pengurusan lahan tersebut, kemudian inisial ALH menunjuk inisial A yang bertugas untuk mengurus perizinan lahan tersebut. Inisial A merupakan oknum dari Pegawai BP Batam yang memiliki akses dalam pengalokasian lahan.

Sambungnya, selanjutnya inisial A melakukan pemalsuan dengan cara mengedit faktur tagihan uang muka tahunan milik PT. EPS. Tersangka A dengan mudahnya mendapatkan dan menjadikan dua nomor faktur yang sah, kemudian memindahkan nomor faktur milik perusahaan lain, yang diedit dengan cara mengambil nomor faktur tersebut ke faktur milik PT. EPS.

Baca jugaDua Orang Dugaan Tindak Pidana Surat Palsu Pembayaran UWTO Ditangkap Ditreskrimum Polda Kepri 

"Dari total tagihan uang muka tahunan fiktif milik PT EPS sebesar Rp. 2.840.000.000, akan tetapi tersangka ALH kemudian menagih uang sebesar Rp. 12.000.000.000 kepada Direktur PT. EPS dan menyuruh serta memerintahkan PT. EPS untuk mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi tersangka ALH," jelas Kombes Pol Harry Goldenhardt S.

"Barang bukti yang diamankan adalah satu lembar faktur tagihan uang wajib tahunan, satu lembar aplikasi setoran transfer kliring, tiga lembar kwitansi, satu lembar cek, satu bundel buku cek, satu set computer, satu unit mesin Scanner, satu unit mesin printer dan duah unit Handphone. Atas perbuatan nya tersangka dikenakan pasal Pasal 263 K.U.H.Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan Pasal 368 K.U.H.Pidana dan atau pasal 378 K.U.H.Pidana dan atau  pasal 368 K.U.H.Pidana jo. Pasal 53 K.U.H.Pidana dan atau pasal 378 K.U.H.Pidana jo Pasal 53 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," tutupnya. (Ril)




Scroll to top