Usai Putusan, Pengunjung Sidang Terdakwa Udin Pelor dan Nasran Ricuh di Pengadilan

Suasana sidang putusan dua terdakwa Udin Pelor dan Nasran, di PN Batam, Jumat (6/3) sore sebelum terjadi kericuhan. 

Dinamika Kepri, Batam - Ricuh, sebagian orang pengunjung sidang dua terdakwa Udin Pelor dan Nasran pada hari Jumat (6/3) sore ricuh di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Kericuhan itu terjadi di luar ruang sidang setelah kedua terdakwa dijatuhi vonis pidana penjara 1 tahun 9 bulan oleh hakim PN Batam.

Saat sidang, dalam amar putusan, terdakwa Udin Pelor dan Nasran dinyatakan majelis hakim terbukti bersalah melanggar tindak pidana pemalsuan dokumen atas hak tanah di Seranggong, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam.

Awal kericuhan dipicu lantaran dari salah satu wartawan yang meliput sidang saat itu terlihat pengunjung sidang, tengah memoto seorang wanita yang jatuh pingsan di ruang sidang.

Wanita itu terlihat pingsan setelah mendengar kedua terdakwa divonis hakim 1 tahun 9 bulan penjara.

Setelah pingsan, kemudian wanita itu dibopong (diangkat=red) oleh pengunjung dari ruang sidang.

Saat dibopong, salah satu wartawan lalu kemudian memotonya. Melihat itu,  pengunjung lain melarangnya, dan dari situlah awal pemicunya.

Kericuhan di luar ruang sidang saat itu terdengar teriakan kekecewaan atas vonis yang dijatuhkan hakim terhadap kedua terdakwa.

Pantuan media ini, seiring berjalannya waktu, dan setelah kedua terdakwa dibawa pihak kejaksaan menggunakan mobil tahanan dari lokasi Pengadilan, kericuhan pun berakhir dan kondisi lokasi PN Batam kembali kondusif seperti semula.

Dari informasi yang dihimpun awak media ini di lapangan, wanita yang pingsan di ruang sidang itu ternyata pihak keluarga dari salah satu terdakwa. (Ag)



Tags:

BACA JUGA :

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.