Pengemudi Mobil Terbang di Harbour Bay Disidangkan, Terdakwa dan Korban Sudah Berdamai - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, March 4, 2020

Pengemudi Mobil Terbang di Harbour Bay Disidangkan, Terdakwa dan Korban Sudah Berdamai

  Dibaca: kali


Suasana sidang terdakwa Farisa Valentina di PN Batam, Selasa (3/3). 

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Farisa Valentina Binti Harry Safril Anwar sidang perkara kecelakan lalu lintas mobil terbang di Harbour Bay, Batam, disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (3/3).

Dalam perkara ini, terdakwa didakwa JPU Mega Tri Astuti dengan ancam pidana dalam pasal 310 Ayat (3) UU RI No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dari pasal yang didakwakan JPU, terdakwa terancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.10 juta.

Dalam pasal 310 Ayat (3) UU RI No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dibunyikan, Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Dalam sidang pemeriksaan saksi korban dan saksi lainnya, saksi korban yang sudah sembuh dari lukanya mengatakan sudah berdamai dengan pihak terdakwa.

"Kami sudah berdamai yang mulia. Pihak terdakwa juga sudah memberikan uang perobatan saya sebesar Rp.60 juta," ucap A Tju selaku saksi korban.

Terdakwa yang saat sidang didampingi empat penasehat hukumnya Dipo Septiawan, SH.,MH Partners dari Universe Trust Lawfirm juga membenarkannya.

Meski sudah ada perdaimaian dari kedua belah pihak, dan pihak korban tampaknya tidak lagi mempersoalkannya, namun proses hukumnya tetap berlanjut.

Dalam sidang, kepada majelis hakim yang diketuai hakim Marta Napitupulu, Dipo Septiawan mengatakan meski sudah kedua belah pihak sudah berdamai tak mungkin terdakwa akan dibebaskan dari dakwaan.

Kata Dipo,  untuk membela hak-hak terdakwa, pihaknya di sidang selanjutnya akan menghadirkan saksi meringankan terdakwa dan itu diizinkan majelis hakim.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU sebelumnya, pada hari Sabtu tanggal 2 November 2019 sekira pukul 05.00 Wib, terdakwa bersama temannya Selvia Laura dan Masruchan menuju ke parkiran Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan menggunakan 1(satu) unit mobil Nissan Juke dengan Nomor Polisi BP 1916 AM warna hitam miliknya Selvia Laura.

Mobil itu dikemudikan oleh Masruchan dengan tujuan untuk menjemput mobil miliknya yang terparkir di Nomad Bar and Resto Harbour Bay dengan posisi Selvia Laura duduk di kursi penumpang samping pengemudi, sedangkan terdakwa duduk dikursi penumpang bagian belakang mobil.

Sesampainya di parkiran Nomad Bar and Resto Harbour, Masruchan keluar dari mobil Selvia Laura kemudian meninggalkan terdakwa dan Selvia Laura.

Karena Selvia Laura mengatakan dirinya mengantuk, terdakwa lalu menawarkan diri untuk membawa mobil tersebut.

Pada saat terdakwa mengendarai mobil dan melintas berjalan di dekat Apartemen Bayerina menuju ke arah pintu keluar Harbour Bay, mobil yang dikemudi terdakwa mengalami lepas kendali.

Terdakwa salah menekan mengira rem ternyata pedal gas akibatnya mobil yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan dan melompat ke seberang jalan lalu menabrak pejalan kaki yaitu saksi A TJU yang saat itu sedang berolahraga pagi (jogging).

Akibat kejadian itu, A Tju mengalami cidera luka robek di pelipis bagian kanan dengan ukuran panjang 3 cm dan lebar 1 cm, luka robek di bibir bagian dalam dengan ukuran panjang 2,5 cm dan lebar 1cm dan  luka robek dan patah tulang hidung. (Ag)


Apa reaksi anda tentang artikel ini?