Bawa Sabu dari Malaysia, Taufik Divonis 12 Tahun Penjara

Ilustarsi, Barang bukti sabu.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Taufik Bin H. Hilman sidang perkara Narkotika dengan kepimilikan barang bukti sebanyak 1489 gram, divonis 12 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (3/3).

Dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan terdakwa Taufik Bin H. Hilman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman” sebagaimana dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum pada Pasal 114 Ayat (2) UU R.I. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Taufik Bin H. Hilman oleh karena itu dengan pidana penjara selama dua belas tahun dan denda sejumlah satu milyar rupiah, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana penjara selama enam bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap ditahan," baca hakim Ketua sidang, Muhammad Candra didampingi dua hakim anggota, Jasael dan Afrida Yanti.

Adapun barang bukti di dalam perkara yakni berupa satu buah tas Ransel logo Nike warna hitam berisikan pakaian pribadi, satu bungkusan plastik The Cina merk Guanyinwang berisikan satu bungkus serbuk kristal jenis Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening seberat 968 gram, satu bungkus serbuk Kristal jenis Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening seberat 521 gram, satu unit Handphone merk Nokia tipe 106 warna hitam, baca hakim dirampas untuk dimusnahkan.

Dan untuk barang bukti berupa satu lembar KTP  atas nama Taufik, dikembalikan kepada rerdakwa Taufik dan membebani terdakwa untuk membayar biaya perkara sejumlah lima ribu rupiah.

Sebelumnya, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Immanuel, terdakwa ini dituntut pidana penjara selama 12 tahun dan didenda sebesar Rp. 1 miliar subsidair 1 tahun penjara.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan JPU sebelumnya, terdakwa Taufik di nomor perkara 94/Pid.Sus/2020/PN Btm ini, sebelumnya ditangkap polisi dari Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri pada hari Rabu tanggal 13 November 2019 malam di Pantai Terih Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam.

Taufik yang saat itu baru tiba dari Malaysia menggunakan Speed Boad bersama TKI lainnya, saat diperiksa, dari tas rangsel yang dibawanya, polisi menemukan satu bungkusan plastik Teh Cina merek Guanyinwang berisikan serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dan satu bungkus serbuk kristal diduga Narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dengan ditutupi beberapa helai pakaian.

Dari hasil interogasi polisi, terdakwa mengaku barang haram tersebut diperolehnya dari seseorang bernama Botak yang merupakan warga negara Malaysia.

Rencananya, atas perintah Botak, sabu itu akan diantarkannya kepada penerima di Halte Depan KFC Botania 1 Kecamatan Batam Kota. (Ag)



Tags:

BACA JUGA :

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.