Prajurit dan PNS TNI AL Se-Bintan Ikuti Sosialisasi Pencegahan Virus Corona


Sosialisasi Pencegahan Virus Corona di Mako Lantamal IV di Jalan Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang, Rabu (5//2/2020).

Dinamika Kepri, Tanjungpinang - Seluruh prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut Se-Pulau Bintan mengikuti ceramah kesehatan tentang edukasi, sosialisasi serta cara mengatasi penularan infeksi virus corona, Rabu (5//2/2020).

Kegiatan yang dilakukan di Gedung Serba Guna (GSG) Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Mako Lantamal) IV di Jalan Yos Sudarso No.1 Batu Hitam Tanjungpinang, Kepulauan Riau itu, disambut antusias seluruh prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut Se-Pulau Bintan.

Kegiatan tersebut dihadiri narasumber dokter dari Rumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang, Mayor Laut (K/W) dr. Reny Fahila, SpPD yang dimoderatori Letkol Laut (K) dr. Rudy Cahyono, SpKJ

Mengenai kegiatan itu, Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasinya.

"Permasalahan tentang virus corona merupakan permasalahan dunia dan kita semua. Oleh sebab itu perlu adanya edukasi dan sosialisasi infeksi virus korona dan cara mengatasinya," kata Wadanlantamal IV Kolonel Laut (P) DR. Imam Teguh Santoso menyampaikan kata sambutan dari Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah.

"Untuk itu, saya sangat mendukung dan mengapresiasi usaha dari Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal IV dan Rumkital dr. Midiyato Suratani untuk menyelenggarakan ceramah kesehatan tentang pengenalan infeksi virus corona dan cara mengatasi penularannya kepada prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut Se-Pulau Bintan. Saya menilai kegiatan ini tepat sasaran. Untuk itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk mengetahui infeksi virus corona dan cara mengatasinya, agar kita turut mensosialisasikan kepada keluarga dan masyarakat sekitaragar tidak mudah terprovokasi, menyebarkan berita-berita hoax tentang virus corona yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," sambung Wadanlantamal IV mengakhiri kata sambutan dari Danlantamal IV.

Dalam penyampaiannya, Mayor Laut (K/W) dr. Reny Fahila, SpPD mengatakan bahwa Virus corona (2019-nCoV) adalah jenis virus yang baru ditemukan itu ukuran diameter 100-120 nm (nanometer).

"Virus corona jenis virus yang baru ditemukan. Disinyalir virus jenis ini terdapat pada hewan jenis kalelawar," kata Mayor Laut (K/W) dr. Reny Fahila.

Dijelaskannya, gejala-gejala awal yang ditimbulkan virus tersebut seperti demam, bersin, batuk kering/sakit tenggorokan, sakit kepala dan sesak nafas dengan masa inkubasinya 2 sampai dengan 14 hari. Penyebaran jenis virus tersebut masuk melalui saluran napas seperti batuk dan bersin, kontak dekat personal (menyentuh atau jabat tangan), menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus disana dan ketika menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan serta kontaminasi feses (pada kasus ini, masih terus diteliti).

Lebih lanjut Mayor Laut (K/W) dr. Reny Fahila, SpPD mengatakan, hingga saat virus corona belum ditemukan vaksinnya. Sedangkan untuk mencegah peredarannya, kata dia harus menjaga kebersihan dengan melakukan cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau menggunakan cairan antiseptic, tutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin dengan menggunakan tisu atau lengan dalam baju.

Ia juga menganjurkan penggunaan masker jika mengalami batuk dan flu, mengurangi aktifitas di luar rumah serta hindari kontak dengan orang lain serta batasi kontak erat dengan orang yang memiliki gejala batuk dan flu.

Dijelaskannya juga, beberapa kelemahan dari virus ini yaitu virus ini akan mati dalam suhu diatas 57˚ C, kemudian diudara bebas tidak bertahan selama 30 menit, lalu akan mati dengan alcohol berkadar 70-80% dan virus akan mati dgn campuran eter atau etanol 75%, desinfektan & asam peroksiasetik yg mengandung klorin.

Kata dr. Reny Fahila, dikutip dari badan kesehatan dunia (WHO) informasi yang disampaikan pada tanggal 30 Januari 2020 telah mengumumkan bahwa nCoV saat ini dikategorikan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dan merupakan kasus high risk di China, Regional dan Global, sehingga WHO tetap terus memantau perkembangan penyakit ini.

Hadir pada acara tersebut Para Pejabat Utama Lantamal IV, Kafasharkan Mentigi Kolonel Laut (T) Mulyatna, Karumkital Midiato Suratani Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, Para Pejabat Utama Rumkital Dr. Midiyato Suratani, Para Kadis/Kasatker Lantamal IV,  Para Pama dan Pamen TNI Angkatan Laut  Se-Pulau Bintan. (Ril)