Perawat RS Camatha Sahidya yang Dipecat Unjuk Rasa: Bang Hotman Paris, Tolong Bantu Kami - DINAMIKA KEPRI.COM

Monday, 10 February 2020

Perawat RS Camatha Sahidya yang Dipecat Unjuk Rasa: Bang Hotman Paris, Tolong Bantu Kami

  Dibaca: kali


Para perawat pecatan Rumah Sakit Camatha Sahidya saat berunjuk rasa di depan Gedung Kantor DPRD Kota Batam, Senin (10/2/2020).

Dinamika Kepri, Batam - Puluhan perawat pecatan dari Rumah Sakit Camatha Sahidya (RSCS), Batam, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kantor DPRD Batam, Senin (10/2/2020).

Kedatangan para perawat ini, disambut ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri didampingi Tumbur Sihaloho.

Puluhan pekerja yang mengaku sudah lama mengabdi di RSCS itu terlihat membawa kertas yang bertuliskan curahan hatinya masing-masing, bahkan ada yang meminta bantuan dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea.

Saat berorasi orator mengatakan, pemecatan mereka terjadi lantaran perah mempertanyakan soal keterlambatan gaji kepihak managemen rumah sakit tersebut.

"Hanya karena menanyakan soal keterlabatan gaji, kami dipecat oleh menagemen Rumah Sakit Camatha Sahidya dengan cara sepihak. Padahal kami hanya menanyakan hak-hak kami. Tolong kami pak dewan! Apa bila kami tidak dapat pertolongan dari dewan, maka kami akan menadahkan tangan meminta pertolongan kepada Tuhan," teriak orator.

Dalam orasinya mereka mengaku telah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh pihak manajemen RSCS sehingga mengadukannya ke DPRD Batam dengan harapan supaya bisa dipekerjakan kembali.

Adapun tuntutan para perawat itu di antaranya meminta agar ke 28 orang pengurus dan anggota serikat pekerja yang telah di PHK secara sepihak karena menangtakan keterlambatan gaji, agar dipekerjakan kembali,  upah yang layak bagi para perawat/bidan sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batam, membayarkan upah lembur para pekerja, tindak tegas oknum Dinaker yang telah berbuat semena-mena hingga mengakibatkan terjadinya PHK sepihak, berikan hak-hak para pekerja dan memulihkan nama baik para pekerja yang telah diberlakukan layaknya seorang penjahat.

Setelah mendengar aduan itu, Ides mengucapkan terima kasih kepada para pengunjuk rasa. "Terima kasih karena sudah datang menyampaikan aspirasi dan keluhannya kemari," kata Ides.

"Berhubung saat ini pimpinan dan anggota yang lain sedang ada tugas di luar, dan kami berjanji akan membahasnya di hari Kamis yang akan datang," tutup Ides Madri.

Pantauan awak media di lokasi unjuk rasa, kedatangan para perawat ke Gedung DPRD Batam, dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan Satpol PP Pemko Batam. (Ag).

Apa reaksi anda tentang artikel ini?