Penampung dan Dua Wanita Diduga Pelaku Penculikan Anak dari Jakarta Utara Ditangkap Polisi di Batam - DINAMIKAKEPRI.COM Penampung dan Dua Wanita Diduga Pelaku Penculikan Anak dari Jakarta Utara Ditangkap Polisi di Batam | DINAMIKAKEPRI.COM

Kamis, Februari 13, 2020

Penampung dan Dua Wanita Diduga Pelaku Penculikan Anak dari Jakarta Utara Ditangkap Polisi di Batam

 

Foto saat konferensi Pers di Polda Kepri, Kamis (13/2/2020).

Dinamika Kepri, Batam - Seorang pria berinisial EB alias Enos (39) diamankan polisi. Pria yang tinggal di Kavling Saguba, Sungai Binti, Kecamatan Batu Aji Kota Batam itu, diamankan karena diduga berperan sebagai pengurus dan penampung Pekerja Migran Indonesia Ilegal (PMII).

Selain mengamankan EB, polisi juga mengamankan dua orang wanita inisial MP dam MD yang diduga pelaku penculikan anak terhadap korban inisial V berumur 13 tahun dari Pademangan, Jakarta Utara. 

Hal ini diungkapkan saat konferensi pers di Polda Kepri oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK didampingi Wadansat Brimob Polda Kepri AKBP Dwi Yanto Nugroho S.IK, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri, Kamis (13/2/2020).

Dijelaskan kronologisnya, pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020, Tim Sat Brimob Polda Kepri mendapat informasi dari masyarakat bahwa di daerah di Kavling Saguba, Sungai Binti Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, ada kedatangan tamu dari Jakarta.

Tamu itu diduga merupakan korban penculikkan anak yang terjadi di Jakarta Utara yang dibawa ke Kota Batam. Setelah dikonfirmasi ke Polres Jakarta Utara, benar bahwa ada Laporan Polisi di Jakarta Utara dengan nomor : LP/08/B/II/2020/PMJ/RESJU.

Dari hasil konfirnasi itu, kemudian dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Dari data yang didapat,  tim kemudian melakukan pengeledahan di rumah tersebut.

Dari penggeledahan itu, ditemukan 2 orang diduga pelaku penculikkan serta beberapa orang pekerja migran indonesia yang akan diberangkatkan ke Malaysia. Dari temuan itu, selanjutanya Sat Brimob Polda Kepri berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Kepri untuk tindak lanjut berikutnya.

Pengungkapan tindak pidana penculikkan dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia illegal dapat terungkap berkat kordinasi dan kerjasama yang baik antar Polres Jakarta Utara, Sat Brimob Polda Kepri dan Ditreskrimum Polda Kepri.

Diduga korban penculikan tersebut berasal dari Pademangan, Jakarta Utara, korban seorang anak inisial V, jenis kelamin perempuan, 13 tahun yang dibawa oleh dua orang pelaku berinisial PM, perempuan, 19 tahun dan inisial MD, perempuan, 20 Tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya korban.

"Setelah dilakukan pengembangan bahwa ada tindak pidana lain yang terjadi yakni penampungan Pekerja Migran Indonesia illegal di Kavling Saguba, Sungai binti Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, sebanyak 7 korban Pekerja Migran Indonesia lainnya yang akan dikirim ke Malaysia berhasil diselamatkan di lokasi tersebut," jelas Dirreskrimum Polda Kepri

Pelaku melakukan dugaan tindak pidana penempatan PMI secara ilegal dengan cara melakukan pengurusan serta menyediakan rumah penampungan untuk para PMI Illegal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yaitu mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil mengurus proses keberangkatan PMI secara ilegal ke Malaysia untuk dipekerjakan sebagai Cleaning Service (petugas kebersihan) di kawasan perumahan.

"Dimana dari kegiatan tersebut pelaku biasanya mendapat keuntungan dari agen di Malaysia sebesar 7000 Rnggit Malayasia, dan penempatan PMI secara ilegal oleh tersangka inisial EB alias Enos sudah dilakukan selama 2 tahun," tutur Ditreskrimum Polda Kepri.

Lebih lanjut dijelaskan Ditreskrimum Polda Kepri, dari para tersangka, diamankan barang bukti berupa 3 Paspor, 1 unit Handphone, 1 Buku Tabungan, 4 lembar bukti penarikan uang di ATM, dan 2 Kartu ATM. Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka EB dikenakan pasal 81 dan atau pasal 83 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 15 miliar rupiah. Sedangkan untuk dua pelaku penculikkan anak dikenakan pasal Pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

Sebelum mengakhiri, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno juga menghimbau masyarakat supaya melaporkan ke polisi jika melihat atau menemukan aktifitas kegiatan atau upaya perekrutan pekerja keluar negeri secara illegal di lingkungan masing-masing.

"Dihimbau kepada masyarakat yang ada di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam, apabila dilingkungan tempat tinggalnya ada ditemukan kegiatan atau upaya perekrutan untuk dipekerjakan keluar negeri secara illegal, hendaknya segera melakukan kordinasi dan sampaikan informasi tersebut ke aparat terkait seperti, RT, RW, Lurah dan Bhabinkamtibmas yang ada di daerahnya," tutup AKBP Priyo Prayitno. (Ril)