Nahkoda dan ABK TB.Marco Divonis 1 Tahun 6 Bulan - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, February 28, 2020

Nahkoda dan ABK TB.Marco Divonis 1 Tahun 6 Bulan

  Dibaca: kali


Para terdakwa saat menjalani sidang di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Sembilan terdakwa, Ivan Khalifah (Nahkoda Kapal TB. Marco), Supriyana (Kepala Kamar Mesin), Zukkifli, Joko Sulistio, Hukum Turnip, Nofal Rizal, Mochamad Saiful, Saryono dan Baso Bin Maslan (ABK) sidang perkara penggelapan minyak jenis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebanyak 14 ribu liter milik PT Permata Lautan Mandiri dari Kapal TB. Marco ke Kapal TB. Glansen 88, masing-masing divonis hakim PN Batam 1 tahun 6 bulan penjara, Kamis (27/2/2020).

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai hakim Christo Evert Natanael Sitorus didampingi dua hakim anggota, Marta napitupulu dan Egi Novita, terdakwa Ivan Khalifah dan terdakwa Supriyana dinyatakan terbukti bersalah melanggar melanggar Pasal 372 Jo Pasal 55 Ayat(1) ke-1 KUHP. Sedangkan untuk tujuh terdakwa Zukkifli, Joko Sulistio, Hukum Turnip, Nofal Rizal, Mochamad Saiful, Saryono dan Baso Bin Maslan terbukti bersalah melanggar Pasal 374 Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap para terdakwa 6 bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Immanuel yang sebelumnya menuntut 2 tahun penjara.

Sementara itu dua orang terdakwa dari pihak Kapal TB. Glansen 88, Jupen Sius divonis hakim 1 tahun 6 bulan dan M.Taufik Hidayat divonis 1 tahun 2 bulan.

Oleh hakim, kedua terdakwa ini dinyatakan terbukti bersalah melanggar  tindak pidana Pasal 480 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana tentang penadahan.

Vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa Jupen Sius lebih berat 4 bulan dari tuntutan jaksa yang mana sebelumnya, kedua terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan.

Sebagaimana dibacakan JPU dalam dakwaan sebelumnya, para terdakwa ini sebelumnya diamankan Bakamla RI pada hari Selasa tanggal 24 September 2019 malam di Perairan Kabil, Nongsa, Batam Provinsi Kepri di koordinat 010 -04’-790’’ U – 1040- 09’-073’’ T di atas kapal TB Marco.

Mereka disidangkan karena diduga melakukan tindak pidana pemindahan minyak FAME Ship to ship dari kapal Tongkang Permata Succes 5001 ke kapal TB Marco kemudian ke kapal TB Glansen 88 tampa sepengetahuan pemilik kapal.

Minyak FAME sebanyak 14 ribu liter itu sebelumnya berasal dari hasil pembersihan/Cleaning Tongkang Permata Succes 5001.

Sebelum minyak dipidahkan ke kapal TB Glansen 88, terdakwa Supriyana dan terdakwa Jupen Sius Nahkoda Kapal TB Glansen 88 (berkas terpisah) sebelumnya dari percakapan telepon telah sepakat terdakwa Jupen Pius akan membelinya dengan harga beli Rp.3.800 perliter dengan uang muka Rp 15 juta. Uang muka itu diterima terdakwa Supriyana dari terdakwa Jupen Pius di Morning Bakery Harbour Bay, Batam.

Dalam perkara ini, selain sembilan crew kapal TB Marco yang disidangkan, dua crew kapal TB Glansen 88, Jupen Sius dan M.Taufik Hidayat juga ikut disidangkan.

Keduanya didakwa JPU Muhammad Rizki Harahap dengan ancam pidana pasal 480 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana tentang Penadahan, Penerbitan dan Pencetakan.

Akibat perbuatan para terdakwa, pihak PT. Permata Lautan Mandiri mengalami kerugian sebesar 14.000 liter FAME.

Tak hanya itu, di dalam dakwaan juga disebutkan bahwa para terdakwa sebelumnya pada bulan Agustus 2019 pernah menjual sebanyak 13 ribu liter dengan harga yang sama.

Minyak FAME itu dikumpulkan dari Tongkang Permata Succes 5001 kemudian dipindahkan kapal TB Marco dengan tujuan untuk disimpan dan selanjutnya akan dijual. Namun saat hendak memindahkan FAME ke kapal TB Glansen 88, aksi mereka pada saat itu ketahuan oleh petugas patroli KM. Bintang-Laut-401 Bakamal RI. (Ag)


Apa reaksi anda tentang artikel ini?