Gaet Investor Dendi Gustinandar BP Batam Kunker ke Teto - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 13 February 2020

Gaet Investor Dendi Gustinandar BP Batam Kunker ke Teto

  Dibaca: kali


Pertemuan Dendi Gustinandar (kiri) dengan First Secretary Economic Division Mr. Chris Chen dan Secretary Economic Division Mr. Kenward Tsai, Rabu (12/2/2020). 

Dinamika Kepri, Jakarta - Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar bersama jajaran, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Taipei Economic and Trade Office (TETO), Rabu (12/2).

Kunjungan tersebut disambut hangat First Secretary Economic Division Mr. Chris Chen dan Secretary Economic Division Mr. Kenward Tsai.

Dalam pertemuan itu Dendi Gustinandar mengatakan bahwa Taiwan dan BP Batam perlu membangun hubungan baik di bidang investasi dan perdagangan yang berkelanjutan.

Hal itu perlu dilakukan menurutnya dikarenakan banyak perusahaan Taiwan yang ingin melakukan ekspansi di Batam. Salah satunya Pegatron yang telah beroperasi di kawasan industri Batamindo.

Kata Dendi, perusahaan Pegatron yang terdaftar sebagai perusahaan yang bergerak di bidang smart home TV dengan total investasi awal sebesar 40 juta USD dan telah beroperasi di Batam, kini mampu menarik banyak perusahaan Taiwan dan China untuk melihat kesempatan berinvestasi di Batam, terutama dengan supply chainnya.

Ia menambahkan, koordinasi yang baik harus dilakukan untuk memudahkan pertukaran informasi bagi para investor Taiwan yang ingin berinvestasi.

"Koordinasi pertukaran informasi harus dilakukan. Informasi dari kita bahwa saat ini Batam telah sangat siap dengan sumber daya manusia dan infrastruktur yang handal, apalagi didukung suplai air dan listrik yang masih banyak, artinya cikup untuk menopang investasi baru,” kata Dendi.

Untuk memajukan ekonomi di Batam, Dendi juga memiliki rencana untuk mengadakan pertemuan bisnis dengan mengundang calon investor Taiwan melalui TETO, TAITRA (Taiwan Trade Centre) maupun perwakilan Taiwan yang berada di BKPM.

Menanggapi hal itu, Secretary Economic Division Mr. Kenward Tsai menyarankan bahwa Batam perlu memberikan insentif serta birokrasi yang lebih baik dan cepat, agar dapat berkompetisi dengan Vietnam.

"Batam harus memberikan insentif dan pelayanan birokarsi yang baik, karena dalam 20 tahun ke depan perusahaan-perusahaan yang ada di Taiwan akan melihat indonesia sebagai masa depan perluasan investasinya. Sejauh ini, terdapat dua puluh ribu orang Taiwan dan dua ribu perusahaan Taiwan yang terdaftar di Indonesia,” ujar Ken.

Selain itu, First Secretary Economic Division Mr. Chris Chen mengapresiasi dan mendukung BP Batam. Ia juga menyarankan agar pihak BP Batam juga mengunjungi Taiwan untuk bertemu langsung dengan investor, karena investor Taiwan selalu mencari kawasan untuk memperluas investasi mereka.

Chen berpendapat, lokasi Batam sangat strategis apalagi dengan status sebagai kawasan perdagangan bebas. Dan itu telah dibuktikan dengan kunjungan Indonesian Economic and Trade Office (IETO) untuk Taiwan yang telah membawa 15 delegasi bisnis pada Agustus lalu untuk melihat langsung kesempatan berinvestasi di Kawasan Perdagangan Bebas Batam.

Sebelum mengakhiri, Mr. Chris Chen juga berjanji akan berkunjung ke Batam. "Kami akan segera berkunjung ke Batam, ingin melihat langsung perkembangan investasi di Batam, agar nantinya kami dapat menyampaikannya pada pengusaha di Taiwan," tutup Chen. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?