Ketahuan Pungut Sabu dari Tong Sampah, Ramadhon Divonis 6 Tahun Penjara - DINAMIKAKEPRI.COM

Ketahuan Pungut Sabu dari Tong Sampah, Ramadhon Divonis 6 Tahun Penjara

 

Terpidana 6 tahun Penjara, Ramadhon Saleh Hasibuan. 

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Ramadhon Saleh Hasibuan pemungut sabu dari tong sampah akhirnya dijatuhi hukuman  6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (28/1/2020).

Hukuman yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa yakni 2 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara.

Dalam amar putusan, Ketua majelis hakim, Christo E.N Sitorus menyatakan terdakwa Ramadhon Saleh telah terbukti bersalah melanggar pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Ramadhon Saleh dengan pidana penjara selama 6 tahun denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan penjara." baca hakim Christo membacakan amar putusan.

Terhadap putusan itu, terdakwa Ramadhon Saleh Hasibuan yang saat itu tidak didampingi penasehat hukumnya, kepada hakim menyatakan menerima vonis yang dijatuhkan kepadanya.

“Saya terima putusan itu yang mulia. Saya berjanji tidak akan mengulanginya,” kata terdakwa sembari menundukan kepala.

Beda pula dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),  terhadap putusan itu JPU Immanuel mengantikan  Rumondang Manurung kepada majelis hakim menyatakan pikir-pikir.

Pernyataan pikir-pikir itu karena vonis yang dijatuhkan hakim terhadap 2 tahun lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara.

."Atas putusan tersebut, kami minta waktu selama 7 hari untuk pikir-pikir yang mulia, apakah menerima atau akan melakukan upaya hukum lainnya," ujar jaksa Immanuel.

Sebagaimana diuraikan di dalam dakwaan JPU, Ramadhon Saleh Nasibuan alias Madhan Bin Razahot Hasibuan sebelumnya ditangkap polisi pada hari Jumat  tanggal 6 September 2019 sekira pukul 20.00 Wib setelah memungut 3 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 1,22 gram dari tong sampah di pinggir jalan Ruli Kampung Aceh, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Batam.

Sebelum ditangkap, Sabu yang dipungutnya itu kemudian disimpan di dalam kantong celananya. Saat polisi melakukan penggeledahan, polisi menemukan 3 bungkus kristal bening dari dalam saku celana bagian belakang sebelah kiri.

Dari hasil interogasi polisi, Ramadhon mengaku sabu itu dibelinya dari orang yang bernama Whay seharga kurang lebih Rp. 100 ribu. Rencananya sabu itu akan dijualnya kembali dengan harga  seharga Rp. 50 ribu perpaketnya.

Meski di dalam dakwaan Ramadhon mengaku membeli dari sesorang bernama Whay, namun pengakuannya dalam sidang berbeda pula. Pengakuannya barang haram itu diambilnya dari dalam tong sampah karena melihat ada orang lain yang membuang bungkusan ke tong sampah lalu memungutnya.

“Waktu itu polis razia Narkoba di Kampung Aceh. Tiba - tiba saya melihat orang ramai-ramai yang berlarian di pinggir kolam sambil membuang bungkusan plastik ke dalam tong sampah, makanya saya pungut,” kata Ramadhon ke hakim saat agenda pemeriksaan terdakwa.

Ramadhon juga mengaku bahwa selama 3 tahun ia menjadi pemulung, ia aktif sebagai pemakai sabu.

"Sudah tiga tahun saya menjadi pemakai sabu. Tapi saya tidak pernah membelinya. Sabu yang saya pakai biasanya saya pungut dari sisa - sisa yang di buang orang di tong sampah,” ucapnya kepada majelis hakim. (Ril)




Scroll to top