Eksploitasi Anak Masih Marak di Batam, Wakil Walikota: Nanti Saya Informasikan ke Dinas Sosial - DINAMIKAKEPRI.COM

Eksploitasi Anak Masih Marak di Batam, Wakil Walikota: Nanti Saya Informasikan ke Dinas Sosial

 

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.

Dinamika Kepri, Batam - Tindakan orang dewasa melakukan pemanfaatan (eksploitasi) terhadap anak di Kota Batam ternyata sampai saat ini makin terlihat eksis saja, Senin (13/1/2020).

Para anak yang seharusnya belajar,  bermain dan bersenda gurau dengan teman sebayanya, ini malah dieksploitasi demi mendapatkan uang.

Untuk mendapatkan uang dari para pengendara, anak yang masih di bawah umur itu dimamfaatkan dengan cara berjualan koran, mengamen dan mengemis di jalanan.

Ya, meski sudah lama terlihat demikian,  namun terkesan tidak ada pihak manapun yang mau memperdulikannya hingga akhirnya terus merajalela.

Seperti di perapatan lampu merah daerah Sei Harapan, Sekupang, Batam. Di tempat itu, setiap harinya ada 1-2 anak perempuan berumur kurang lebih 5 tahun yang selalu terlihat menjajakan koran dan mengemis  ke pengendara.

Seorang anak membawa gitar kecil peralatan mengamen di perapatan lampu merah depan Martabak Har, Nagoya. Senin (13/1/2020) sore.
Biasanya, kedua anak itu ditemani seorang wanita lanjut usia dengan berjualan koran dari mulai jam sore hingga malam, bahkan sampai larut malam.

Tak hanya di situ,  di perapatan lampu merah depan Martabak Har, Nagoya baik siang dan sore juga terlihat anak-anak mengemis dan mengamen.


Belum lagi anak-anak yang menjual tisu,  kacang dan kerupuk keliling toko di sekitaran Nagoya, di mana saat menawarkan dagangannya juga kerap mengganggu pelancong luar negeri pada saat makan  di Rumah makan.

Adanya pemandangan seperti itu, tentu akan membuat pelancong yang datang ke Batam tidak nyaman, dan membuat jelek imet bagi Kota Batam. Kesannya seakan tidak ada yang peduli atas perlakuan eksploitasi terhadap para anak tersebut.

Terkait maraknya eksploitasi anak di Kota Batam, sebelumnya saat anggota Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kepri, Ery Syahrial dimintai tanggapannya, dia mengatakan sangat miris melihatnya.

Seorang anak tengah berjualan koran di lokasi Foodcourt di bilangan Nagoya, Batam.
"Tentunya saya miris melihat dan sangat menyesalkannya. Harusnya anak-anak itu tidak diperlakukan demikian oleh orangtuanya. Para orangtuanya harus bertanggung jawab menafkahi dan memberikan pendidikan kepada anaknya, bukan malah menjadikan anaknya sebagai pengemis atau sebagainya. Itu jelas pelanggaran hukum, dan harus ditindak," kata Ery Syarial beberapa waktu lalu kepada awak media ini.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pihaknya melalui Dinas Sosial sudah pernah melakukan penertiban, namun masih ada saja terlihat.

"Soal itu sudah dilakukan monitoring lancar melalui dinas sosial. Kalau saya tak lupa, entah dua kali sebulan apa satu kali seminggu, pernertiban rutin dilakukan. Memang sudah berkurang, namun masih ada saja yang terlihat di sudut-sudut jalan. Okey, nanti saya informasikan ke dinas sosial," kata Amsakar ke awak media ini usai menghadiri kegiatan dari Kantor DPRD Batam. (Ag)




Scroll to top