Diduga Gelapkan Minyak dari Kapal, ABK dan Nahkoda Disidangkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 17 January 2020

Diduga Gelapkan Minyak dari Kapal, ABK dan Nahkoda Disidangkan

  Dibaca: kali


Kapal Tongkang Permata Succes 5001 saat berlabuh di Pelabuhan Batu Ampar, Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terkait dugaan pencurian minyak nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) 14 ribu liter dari Kapal Tongkang Permata Succes 5001, 11 orang menjadi terdakwa, dan saat ini sidangnya tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa, (14/1).

Dalam perkara itu,  sembilan orang crew  kapal TB Marco menjadi terdakwa yakni terdakwa Ivan Khalifah (Nahkoda) berkas terpisah, Supriyana (Kepala Kamar Mesin) berkas terpisah, Zukkifli, Joko Sulistio, Hukum Turnip, Nofal Rizal, Mochamad Saiful, Saryono dan Baso Bin Maslan.

Oleh JPU Agung Setyadi, para terdakwa didakwa dengan ancaman pidana pasal 374 Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana dan pasal 372 Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana tentang penggelapan. Dari pasal yang didakwakan, jika terbukti bersalah, para terdakwa terancam hukuman pidana 4 tahun penjara.

Baca juga: Terkait Penangkapan Kapal Permata Success 5001 Berlogo Pertamina, ini Kata Kombes Pol S. Erlangga

Sidang para terdakwa ini sudah tiga kali diagendakan, dan untuk sidang selanjutnya agenda pemeriksaan saksi, akan digelar pada hari Kamis, 23 Januari 2020 mendatang, di ruang sidang Prof. Soebekti PN Batam.

Sebagaimana dibacakan JPU dalam dakwaan, para terdakwa ini sebelumnya diamankan Bakamla RI pada hari Selasa tanggal 24 September 2019 malam di Perairan Kabil, Nongsa, Batam Provinsi Kepri di koordinat 010 -04’-790’’ U – 1040- 09’-073’’ T di atas kapal TB Marco.

Mereka disidangkan karena diduga melakukan tindak pidana pemindahan minyak FAME Ship to ship dari kapal Tongkang Permata Succes 5001 ke kapal TB Marco kemudian ke kapal TB Glansen 88 tampa sepengetahuan pemilik kapal.

Minyak FAME sebanyak 14 ribu liter itu sebelumnya berasal dari hasil pembersihan/Cleaning Tongkang Permata Succes 5001.

Minyak FAME itu dikumpulkan dari Tongkang Permata Succes 5001 kemudian dipindahkan kapal TB Marco dengan tujuan untuk disimpan dan selanjutnya akan dijual. Namun saat hendak memindahkan FAME ke kapal TB Glansen 88, aksi mereka ketahuan petugas patroli KM. Bintang-Laut-401 Bakamal RI.

Baca juga: Akibat Lego Janggar Gratis, Murkesh Kumar Nahkoda Kapal MV Winwin Dituntut 7 Bulan Penjara

Sebelum minyak dipidahkan ke kapal TB Glansen 88, terdakwa Supriyana dan terdakwa Jupen Pius Nahkoda Kapal TB Glansen 88 (berkas terpisah) sebelumnya dari percakapan telepon telah sepakat terdakwa Jupen Pius akan membelinya dengan harga beli Rp.3.800 perliter dengan uang muka Rp 15 juta. Uang muka itu diterima terdakwa Supriyana dari terdakwa Jupen Pius di Morning Bakery Harbour Bay, Batam.

Dalam perkara ini, selain sembilan crew kapal TB Marco yang disidangkan, dua crew kapal TB Glansen 88, Jupen Pius dan M.Taufik Hidayat juga ikut disidangkan.

Keduanya didakwa JPU Muhammad Rizki Harahap dengan ancam pidana pasal 480 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana tentang Penadahan, Penerbitan dan Pencetakan.

Akibat perbuatan para terdakwa, pihak PT. Permata Lautan Mandiri mengalami kerugian sebesar 14.000 liter FAME.

Tak hanya itu, di dalam dakwaan juga disebutkan bahwa para terdakwa sebelumnya pada bulan Agustus 2019 pernah menjual sebanyak 13 ribu liter dengan harga yang sama. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?