Zukriansyah Ikut Tarung Pilwako Batam Ternyata karena Dimotivasi Rasa "Geram" - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 24 December 2019

Zukriansyah Ikut Tarung Pilwako Batam Ternyata karena Dimotivasi Rasa "Geram"

  Dibaca: 1 kali


Ir. Zukriansyah.

Dinamika Kepri, Batam - Meski maju dengan cara independen atau non Partai, Ir. Zukriansyah (51) mengatakan kalau dirinya sangat optimis bisa ikut lolos bertarung di Pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Batam tahun 2020 mendatang.

Kendati banyak seleweran maupun isu-isu yang menganggap dia dan pasangannya Marsapwan Bin Abdul Wahap (42) tidak akan mungkin mampu memenuhi syarat untuk maju secara cara independen di Pilwako Batam, ternyata tidak membuatnya patah arang tetapi malah kebalikannya.

"Tetap semangat, apapun kata mereka, bukan mereka yang menentukan kita mampu atau tidak, tapi kita sendiri. Bagi saya isu-isu seperti itu kubuat sebagai penyemangat," kata Zukriansyah di sela-sela waktunya saat di kantor pemenangannya, Pelita, Batam, Kepri, kepada media, Senin (23/12/2019) sore.

Tak hanya itu, biasanya para calon yang menang dalam suatu pemilihan, pastinya selalu mengingikan dirinya bisa terpilih di periode berikutnya. Namun ini tidak, Zukriansyah yang akrap disapa bang JJ itu malah menginginkan dirinya dan pasangannya cukup satu periode saja.

"Tidak muluk-muluk, bila terpilih nanti tentunya atas ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan atas keinginan masyarakat Batam, target kami cukup satu periode saja. Karena untuk membuktikan kemampuan bekerja melayani rakyat itu, tidak butuh waktu yang lama, satu periode menurut saya sudah bisa kelihatan hasilnya," kata  dia.

Saat ini, karena pasangan Zumars ini maju dengan cara independen, tentunya tidak setenang dari Pasangan Calon (Paslon) yang maju melalui Partai.

Zukriansyah mengaku kalau ia dan pasangannya Marsapwan, hari-harinya selalu diisi kesibukan dengan mengunjungi daerah-daerah hiterland yang ada di Batam. Kesibukan itu dilakukan guna menjaringan dukungan dari masyarakat Kota Batam.

" Sebagian pulau-pulau yang ada di wilayah Batam ini sudah kita kunjungi. Antusias masyarakat yang kita temui juga sangat wellcome. Target kita, sebelum akhir bulan Januari 2019 ini, semuanya sudah harus dikunjungi, dan data untuk persayaratan yang dibutuhkan maju independen, insya Allah akan terpenuhi." ujar Zukriansyah pemilik Resort Pura Jaya itu.

Saat ditanya apa yang memotivasi dirinya hingga ikut dalam Pilwako Batam 2020, kata dia karena "Geram".

"Ikut karena geram. Artinya geram karena melihat tidak adanya pemerataan dalam pelayanan pemerintah Kota Batam kepada masyarakat, khususnya pelayanan kepada masyarakat yang tinggal hiterland di wiliyah Batam. Contoh kecilnya saja, masyarakat di Hiterland banyak yang mengeluh karena sangat sulit mendapatkan kayu penopang (pelantar=red) rumah mereka. Kesulitan itu karena adanya larangan penembangan kayu dari pemerintah," ungkapnya.

"Saat ini banyak kayu penopang rumah-rumah penduduk di hiterland yang sudah keropos dan tidak bisa diganti karena larangan itu. Nah kalau pemerintah kita peduli, okeylah aturan memang tidak bisa dilanggar, namun setidaknya pemerintah bisa memberikan perhatian, solusi, maupun memberikan bantuan dana untuk membangun penopang dari beton bagaimana supaya rumah-rumah penduduk itu tidak roboh," sambungnya.

Tidak hanya itu, rasa geram Bang JJ juga muncul setelah melihat tidak adanya perhatian serius dari pemerintah Kota Batam terhadap nasib dari para petani sayur yang ada di Batam.

Ketidakadanya perhatian itu, kata dia sehingga mengakibatkan petani sayur di Batam selalu merugi karena tidak adanya kontrol tentang masuknya sayur mayur dari luar Batam.

"Bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan yang besar, sedangkan masalah kecil saja, terkadang terabaikan dan tidak pernah diperhatikan? Nah itu juga membuat saya geram. Ya artinya sekecil apapun persolannya yang dihadapi masyarakat, sebagai pemimpin harus tanggap," terang JJ.

Ketika disingung soal pertumbuhan ekonomi dan persoalan tingginya tingkat pengangguran di Kota Batam, kata JJ, jika ia dipercaya masyarakat memimpin Batam, ia sudah memiliki persiapan untuk itu.

"Persoalan ekonomi dan persoalan tingginya tingkat pengangguran di Batam itu satu hirarki. Jika ekonomi jatuh maka pengangguran akan meninggkat. Jurusnya cuma satu, turun harga-harga khususnya harga Sembako. Jaga iklim usaha, jangan sampai ada pengusaha (investor) atau perusahaan yang sudah berjalan, hengkang karena ketidakadanya kepastian hukum. Untuk apa gaji pekerja dinaikan jika harga juga ikut naik, kan pecuma! yang jadi korban masyarakat juga ketika tidak bekerja," terang lulusan teknik perminyakan dari Universitas Trisakti tahun  1994 itu.

Tak hanya itu, JJ juga mengatakan geram melihat pelayanan listrik dan tidak adaknya suplay air bersih kepada masyarakat pulau seperti di pulau Belakang padang, Batam.

Kata dia, masyarakat Pulau tersebut, sangat terbatas soal air bersih. Terkait pelayanan listrik, kata dia masyarakat pulau saat ini juga tidak semua bisa menikmatinya.

Saat ini, dari dari banyaknya sosok-sosok yang ingin mencalonkan diri ikut tarung di Pilwako 2020 Kota Batam yang mana itu terlihat dari banyaknya baliho terpajang di sisi sepanjang jalan Raya, pantuan media ini, hanya Zukriansya yang telah memiliki pasangan.

Mengakhiri, ketika JJ ditanya soal mengapa dalam pencalonannya tidak menggunakan Partai, jawab sosok yang juga dikenal seorang seniman itu, karena tujuannya hanya ingin melayani rakyat. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?