Piara Cs Tangkapan BNN BB 52 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati - DINAMIKAKEPRI.COM

Piara Cs Tangkapan BNN BB 52 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati


Ketiga terdakwa usai menjalani sidang di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Tiga terdakwa, Piara alias Firman, Rusman alias Man dan Firman alias Pire sidang perkara kepemilikan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis Sabu seberat 52,156 Kilogram (Kg) masing-masing dituntut jaksa hukuman mati.

Dalam amar tuntutan, berperan sebagai jaksa penuntut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam, Didie Tri Haryadi menyatakan bahwa para terdakwa telah terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan hukuman kepada para  terdakwa dengan pidana mati,” kata Kajari Batam membacakan amar tuntutan pada sidang agenda penuntutan terhadap ketiga terdakwa, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (10/12/2019).

Tuntutan Mati terhadap para terdakwa, lanjut Didie, karena kejahatan yang telah dilakukan ketiganya sangat membahayakan, serta mereka merupakan anggota sindikat peredaran Narkotika antar Negara.

“Mereka ini memiliki dan mengendalikan narkoba berupa sabu yang terbilang cukup banyak, yakni 52.156 gram sabu. Kalau sabu sebanyak itu berhasil lolos dan beredar, bisa membahayakan generasi muda,” kata Didie.

Mendengar tuntutan itu, para terdakwa pun tampak hanya terdiam dan menundukkan kepala. Terhadap tutuntutan itu, melalui penasehat hukumnya Elisuita, ketiga terdakwa kepada majelis hakim yang diktuai hakim Taufik Nainggolan didampingi Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa, mengatakan akan melakukan pembelaan (pledoi).

 "Kami akan melakukan pledoi yang mulia," kata Elisuita.

Setelah mendengar pernyataan itu, majelis hakim kemudian menunda sidang satu minggu ke depan dengan agenda sidang pembacaan pembelaan dari penasehat hukum para terdakwa.

Sebagaimana diuraikan di dalam dakwaan, sebelumnya para terdakwa ini ditangkap BNN di bulan April 2019 dari daerah yang berbeda. Waktu itu terdakwa Rusman ditangkap saat hendak mengambil tiga karung berisi sabu seberat 52,156 Kg sabu di Pos Pelabuhan Kota Baru, Siak, Riau.

Terdakwa Firdaus ditangkap saat berusaha melarikan diri setelah meletakan sabu di Pos Pelabuhan Kota Baru. Sedangkan terdakwa Piara ditangkap di salah satu perumahan di daerah Sekupang, Batam, Kepri.

Saat sidang agenda pemeriksaan para terdakwa pada Senin, 7 Oktober 2019 yang lalu. Menurut pengakuan para terdakwa kepada majelis hakim, Untung (DPO) menyuruh Piara, lalu Piara menyuruh Firdaus, setelah itu Firdaus menyuruh Rusman. Sedangkan Fauzi teman Firdaus mengambil sabu ke di tengah laut Sei Pakning, Bengkalis, Riau, berhasil melarikan diri.

Dalam sidang pemeriksaan dan pada saat para terdakwa saling bersaksi satu sama lain, para terdakwa juga mengakui kesalahannya. Menurut pengakuan Rusman ke hakim, rencananya sabu 52 Kg itu akan dibawanya ke Tanjung Jabung, Jambi.

Selain itu, pengakuan para terdakwa saat diperiksa dan saling bersaksi satu sama lain, kepada hakim mereka mengaku melakukan itu karena himpitan ekonomi keluarga.

Dalam melakukan aksinya, Piara mengaku telah menerima upah Rp 35 juta dan Firdaus Rp 100 juta, sedangkan Rusman mengaku belum mendapatkan apa-apa.

Dalam perkara ini, selain BNN Pusat dan BNNP Kepri mengamankan barang bukti sabu sebanyak 52,156 Kg, dari para terdakwa juga diamankan barang bukti berupa satu unit Speed Boat tanpa nama warna putih abu – abu 1 mesin 40 PK, jenis fiber panjang 8 meter, satu unit mobil Fortuner dan satu unit Avanza. (Ag)




Scroll to top