Dua Calo Tiket Kapal Pelni di Batam Diamankan Polisi - DINAMIKAKEPRI.COM

Dua Calo Tiket Kapal Pelni di Batam Diamankan Polisi


Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo.

Dinamika Kepri, Batam - Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang di Pelabuhan Sekupang,  Batam, Kepri berhasil mengamankan dua orang tersangka calo tiket Kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) KM. Kelud.

Kedua tersangka berinisial MS dan RD itu diamankan polisi saat berada di halaman kantor Pelni, Sekupang, Batam, Kamis, (12/12/2019) siang.

Keduanya diketahui bekerja sebagai porter dan juru parkir di Pelabuhan Sekupang, Batam.

Kepada media, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan, dari tangan keduanya polisi mendapatkan tujuh tiket KM. Kelud.

“ Dari tersangka kita temukan tujuh tiket KM. Kelud tujuan Belawan. Sudah ada tiket yang terjual," terang Kapolresta kepada wartawan di Mapolresta Barelang, Jumat, (13/12/2019) siang.

" Untuk mendapatkan tiket itu kantor Pelni, tersangka menggunakan modus cara membeli tiket dengan menggunakan kartu keluarga (KK) saudaranya, kemudian tiket tersebut dijual kembali kepada calon penumpang,” lanjutnya.

Dijelaskannya, tiket tersebut awalnya dibeli tersangka dari kantor Pelni, kemudian dijual kembali kepada calon penumpang dengan alasan tiket kapal sudah habis, sehingga penumpang akhirnya membeli kepada calo.

Kata Kapolresta menerangkan, harga tiket itu di Pelni dibeli tersangka seharga Rp.230 ribu, kemudian dijual kembali seharga Rp.350 ribu kepada penumpang.

Dalam melakukan aksinya, tersangka menawarkan tiket ke calon penumpang dengan mengatakan bahwa tiket kapal KM.Kelud tanggal 29 Desember dari Batam menuju Belawan sudah habis. Mendengar ucapan itu, akhirnya calon penumpang berusaha membeli kepada calo.

Sebelum mengakhiri, Prasetyo berharap dengan pengungkapan kasus ini, harapnya bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang ingin menggunakan angkutan laut untuk merayakan Natal dan Tahun baru di Kampung halaman.

Sedangkan untuk tersangka, kata Kapolresta keduanya akan dijerat dengan pasal 379 KUHP dengan ancaman tindak pidana ringan selama 3 bulan. (Ag)




Scroll to top