Tersangka MH yang Dikendalikan dari Lapas, Barang Bukti Sabunya Dimusnahkan - DINAMIKAKEPRI.COM

Tersangka MH yang Dikendalikan dari Lapas, Barang Bukti Sabunya Dimusnahkan


Suasan pemusnahan BB Narkotika jenis sabu tersangka MH, di Mapolda Kepri, Rabu (13/11/2019). 

Dinamika Kepri, Batam - Didampingi perwakilan dari BNN Provinsi Kepri, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno, Perwakilan Itwasda Polda Kepri, LSM Granat dan pengacara, Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis sabu, di Mapolda Kepri, Rabu (13/11/2019).

Disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, pemusnahan tersebut dilakukan berdasarkan surat ketetapan sita Narkotika dari Kejaksaan Negeri Batam nomor : SK-249/N.10.11/Euh.1/10/2019 dan berita acara Labfor cabang Medan nomor lab : 12067/NNF/2019, tanggal 30 Oktober 2019.

Adapun jumlah total BB sabu itu adalah 1.041 gram dengan rincian sebagian BB disisihkan untuk pemeriksaan Labfor Polri cabang Medan seberat 32 gram kemudian dikembalikan dari Labfor cabang Medan dengan sisa total 30 gram.

Barang bukti yang dijadikan pembuktian di persidangan seberat 2 gram ditambah sisa dari labfor medan menjadi seberat 32 gram dan BB sabu yang dimusnahkan seberat 982 gram.

Kronologis penangkapan tersangka inisial MH adalah berawal dari laporan masyarakat selanjutnya tim pada (20/10) pukul 16.40 Wib melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki inisial MH di rumahnya di Teluk Mata Ikan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam.

Setelah dilakukan penggeledahan badan dan rumah tersangka, didapatkan satu bungkus plastik yang berisikan kristal bening Narkotika jenis sabu.

Saat dilakukan interogasi terhadap inisial MH mengatakan bahwa ia diarahkan oleh inisial AW seorang Narapida kasus narkotika yang ditahan di Lapas Narkotika kelas IIA Tanjungpinang, Kepri.

MH diarahkan untuk membeli Speed Boat beserta mesinnya untuk membawa narkotika tersebut dari Batam ke Tembilahan, Riau bersama dengan dua orang temannya inisial WH dan AG yang saat ini masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) dan dalam aksinya, MH sendiri dijanjikan upah oleh AW sebesar Rp. 20 juta

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka MH dikenakan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

" Dengan meningkatnya hasil penindakan terhadap Narkotika selama tahun 2019 ini, tentunya memberikan keprihatinan kita bersama. Maka itu, mari kita jadikan Narkotika musuh bersama, “ pesannya Kabid Humas Polda Kepri mengakhiri. (Ril)




Scroll to top