Penyeludupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar Tujuan Singapura Digagalkan Tim Dit Polairud Polda Kepri - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 8 November 2019

Penyeludupan Benih Lobster Senilai Rp 33 Miliar Tujuan Singapura Digagalkan Tim Dit Polairud Polda Kepri

  Dibaca: 1 kali


Saat Kapal Speed Boad pengangkut benih Lobster Tujuan Singapura diamankan oleh tim Dit Polairud Polda Kepri di perairan Berakit, Bintan, Kepri, Kamis (7/11/2019).  

Dinamika Kepri, Batam - Upaya penyelundupan Benih Lobster senilai Rp 33 miliar tujuan negara Singapura berhasil digagalkan oleh tim Dit Polairud Polda Kepri, demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs. S. Erlangga, Jumat (8/11/2019).

Dijelaskannya, penggagalan penyeludupan benih lobster sebanyak 44 Box benih Lobster berisi 214.100 ekor benih jenis lobster mutiara dan lobster pasir itu, dilakukan pada hari Kamis tanggal 7 November 2019 di perairan Berakit, wilayah Bintan, Provinsi Kepri.

Upaya penyeludupan berhasil itu digagalkan Tim Ditpolairud dimana setelah selama sebulan lebih dilakukan penyelidikan. Para pelaku berhasil dihadang dan menghentikan speed boat yang mengangkut benih Lobster tujuan Singapura itu tepatnya di koordinat 01-14-652” N-104-43-657.

"Pelaku dan barang bukti lobster berangkat dari daerah Kuala Tungkal, Jambi, dengan menggunakan Speed warna abu-abu bermesin tempel merk Mercury 4 X 300 PK, keempat pelaku mencoba menyelundupkan benih Lobster ke Negara Singapura. Tim Ditpolairud Polda Kepri telah melakukan penyilidikan selama sebulan lebih, dapat mengamankan empat pelaku dengan inisial NH (sebagai tekong), inisial MZ, RK dan JA sebagai ABK," kata Kombes Pol Drs S. Erlangga.

Selain itu, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Benyamin Sapta S.IK, M.Si menjelaskan, upaya penangkapan berlangsung dramatis dengan mengerahkan dua unit Speed Boat Sea Rider yang selanjutnya dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bergerak sebagai pendahulu untuk memotong jalur speed boat para pelaku yang berkecepatan 55 knot.

"Pengejaran terus terjadi selama 45 menit dari perairan Kijang sampai dengan memasuki perairan berakit, selanjutnya tim kedua melakukan pengejaran dan mencoba memberhentikan speed boat tersebut namun tidak diindahkan selanjutnya tim memberikan tiga kali tembakkan peringatan dan pelaku behasil dihentikan tepatnya di koordinat 01-14-652” N-104-43-657," terang Kombes Pol Benyamin.

Kata dia, setalah para pelaku berhasil diamankan, selanjutnya pelaku beserta Speed Boat dan barang bukti benih lobster dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan pelaku menerima upah sebanyak Rp.150 juta sekali melakukan pengiriman.

Setelah itu, Ditpolairud Polda Kepri lalu melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Batam untuk melepas liarkan benih lobster tersebut.

Terkait hal itu, Kepala Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Batam, Anak Agung Gede Eka Susila mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi atas upaya penggagalan penyeludupan benih Lobster itu.

"Atas sinergi yang terjalin selama ini, kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih atas keberhasilan dalam mencegah terjadinya penyelundupan benih lobster ini," ujar Agung.

"Untuk Barang bukti lobster telah dilakukan pencacahan dan penyegaran melalui reoksigen terhadap benih, dengan hasil pencacahan 44 dus, pada masing-masing dus terdapat 28 kantong plastik dan setiap plastik berisi 200 ekor benih, total keseluruhan 214.100 ekor benih, yang terdiri dari 18 ribu ekor jenis lobster mutiara dan 196 ribu jenis lobster pasir, dan selanjutnya benih lobster akan dilepas liarkan di perairan Pulau Abang Batam," lanjutnya.

Kata dia, kerugian Negara dari hasil penyelundupan benih lobster diperkirakan sekitar 33 miliar  rupiah lebih dengan harga pasar benih lobster jenis mutiara mempunyai nilai ekonomis antara Rp.250 ribu hingga Rp.300 ribu perekor, sedangkan jenis lobster pasir antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu perekornya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari para pelaku yakni 1 Unit Speed Boat tanpa nama warna biru bermesin tempel merk mercury 3 X 300 PK dan Benih Lobster sebanyak 44 kotak atau sebanyak 214.100 ekor.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia No. 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp. 1,5 miliar. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...