Dino Halpurwanto Pemosting Tulisan "Aparat Keparat" di FB Dituntut Jaksa 7 Bulan Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, November 13, 2019

Dino Halpurwanto Pemosting Tulisan "Aparat Keparat" di FB Dituntut Jaksa 7 Bulan Penjara

  Dibaca: kali


Terdakwa Dino Halpurwanto Bin Lukmanul Hakim.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Dino Halpurwanto Bin Lukmanul Hakim pemosting ujaran kebencian "Aparat Keparat" di media sosial Facebook (FB) dituntut jaksa 7 bulan penjara.

Amar tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut Rosmarlina Sembiring saat sidang  agenda tuntutan terdakwa Dino Halpurwanto, di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (12/11/2019).

Di amar tuntutan, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan penyebaran informasi di media sosial yang menimbulkan kebencian di tengah masyarakat.

"Terdakwa telah terbukti bersalah melanggar Pasal 45 A Ayat (2) UU RI No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU RI No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana dakwaan pertama pertama penuntut umum. Menuntut agar terdakwa Dino Halpurwanto dijatuhi hukuman penjara selama 7 bulan dan denda sebesar Rp 5 juta subsider 2 bulan kurungan," kata jaksa Rosmarlina membacakan amar tuntutan.

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Dino Halpurwanto melalui penasehat hukumnya meminta waktu selama satu Minggu untuk menyusun nota pembelaan (pledoi).

Usai mendengarkan tuntutan terdakwa dibacakan jaksa penuntut, Ketua majelis hakim Muhammad Chandra kembali menunda persidangan selama satu Minggu untuk agenda sidang pembacaan pledoi dari terdakwa.

Sebagaimana diuraikan di dalam dakwaan jaksa penuntut sebelumnya, dalam perkara ini, terdakwa Dino Halpurwanto diadili karena diduga telah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (Sara) di media sosial.

Pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2019 sekira jam 05.30 Wib, terdakwa dengan menggunakan Handphonenya memposting  di alamat URL: http://facebook.com/MyNameIsDino/Posts/10157206850317071 akun miliknya dengan tulisan "Bukalah seragam itu aparat keparat! Dibalik itu kalian tak lebih dari kacung! Tanpa senjata dan seragam dari uang uang kami apa kalian berani sebiadab itu".

Selanjutnya sekira jam 06.52 Wib, di akun FB nya terdakwa kembali membuat tulisan "Bergeraklah kawan daerah! Jangan biarkan kami berjuang sendiri di Ibukota! Turunlah! Rebutlah kadaulatan kita kedaulatan rakyat! Jangan biarkan api ini padam! Nyalakan keseluruh indonesia! Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar demi bangsa, negara dan agama! Demi masa depan anak cucu, demi nasib jutaan anak-anak pribumi, demi indonesia salam perlawanan! Satu komando perjuangan Dino Halpurwanto".

Maksud tulisan tersebut dibuat terdakwa adalah mengajak kawan- kawan partai di daerah untuk bergerak menyuarakan keadilan di Kantor Bawaslu dan Kantor KPU di daerah-daerah seperti yang dilakukan di Jakarta.

Terdakwa memposting tulisan-tulisan tersebut untuk meluapkan kekesalannya karena kegiatan unjuk rasa/ demo dibubarkan oleh aparat keamanan salah satunya menggunakan gas air mata.

Tulisan terdakwa pada media sosial Facebook tersebut dapat menimbulkan rasa kebencian, rasa permusuhan, menghasut dan mengajak orang lain untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang sah, dengan cara melakukan perbuatan yang melanggar peraturan perundang undangan, dan membawa nama agama sehingga orang lain yang membaca tulisan terdakwa tersebut menjadi terhasut.

Setelah itu pada tanggal 31 Mei 2019 anggota kepolisian yang mendapat informasi tentang postingan itu dan lalu mendatangi rumah terdakwa di RT.002 RW.001, Kampung Seraya. Batu Ampar, Batam. Kemudian terdakwa berikut barang bukti handpone yang terhubung dengan akun facebook “Dino Halpurwanto" dibawa ke Mapolres Barelang untuk diproses lebih lanjut, demikian dibaca jaksa penuntut Rumondang Manurung dalam dakwaan pada Selasa (24/9/2019) yang lalu. (Ag)


Apa reaksi anda tentang artikel ini?