Diduga Sekap Ibu dan Anak, Tersangka PS Dikenakan Dua Pasal Terancam 7 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 26 November 2019

Diduga Sekap Ibu dan Anak, Tersangka PS Dikenakan Dua Pasal Terancam 7 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, SIK saat Konferensi Pers pengungkapan kasus, di Mapolsek Batam Kota, Senin (25/11/2019) sore.

Dinamika Kepri, Batam – Inisial PS (23) seorang pria yang diduga melakukan penyekapan terhadap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) beserta dua orang anak pada hari Minggu tanggal 24 November 2019 yang lalu di Perumahan Buana Vista Blok B Nomor 66, Kecamatan Batam Kota, Batam, Kepri, saat ini telah ditahan di Mapolsek Batam Kota.

Terkait hal itu, saat Konferensi Pers di Mapolsek Batam Kota, Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan, peristiwa itu terjadi karena soal hutang piutang antara korban dengan tersangka.

“Hasil pemeriksaan kita, masalah ini diawali soal perkara hutang piutang. Tersangka menggembok pintu rumah korban dari luar lantaran kesal terhadap korban yang tidak bisa ditemui saat ditangih hutangnya,” kata Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo kepada media, Senin (25/11/2019) sore.

Lebih lanjut diterangkan Kapolresta Barelang, tersangka menggembok pintu rumah korban agar korban tidak bisa keluar dari rumah. Setelah menggembok pintu, tersangka kemudian mematikan aliran listrik di rumah korban melalui meteran yang berada di luar rumah. Setelah itu kemudian tersangka pergi meninggalkan rumah korban.

Kata Kapolresta Barelang, mendengar informasi kejadian itu dari masyarakat, anggota dari Polsek Batam Kota langsung bergerak menuju ke tempat kejadian perkara dan tersangka berhasil diamankan setelah dipancing polisi datang dengan alasan bahwa korban akan melunasi hutangnya.

“ Setelah dipancing korban akan melunasi hutangnya, kemudian tersangka datang dan langsung kita amankan,” tutup Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo.

Dalam hal ini, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 333 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara dan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan terhadap anak. (Red)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...