M. Yusuf Cs Komplotan Jasa Pengangkutan ilegal TKI dari Malaysia Dihukum 5 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 16 October 2019

M. Yusuf Cs Komplotan Jasa Pengangkutan ilegal TKI dari Malaysia Dihukum 5 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Keenam terdakwa usai menjalani putusan di PN Batam, Selasa (15/10).

Dinamika Kepri, Batam - Enam terdakwa, M. Yusuf Bin Sadam, Abadul Halil Bin Dahlan, Jamaludin Bin Saharudin, Sahril Bin Daeng Itung, Zaiduddin Bin Darja dan Jamaludin Bin Darja yang merupakan komplotan pengangkut penumpang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia menuju Batam, divonis hakim PN Batam selama 5 tahun penjara denda Rp.20 juta subsidair 2 bulan kurungan, Selasa (15/10/2019).

Dalam amar putusan hakim, para terdakwa dinyatakan terbukti secara sah beralah melakukan tindak pidana melanggar pasal 120 ayat (1) UU RI No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Terhadap putusan putusan itu, kepada majelis hakim yang diketuai Jasael Manullang, para terdakwa menyatakan menerima hukumannya, begitu juga dengan jaksa penuntut.

Vonis yang dijatuhkan terhdap para terdakwa 1 tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yang menuntut 6 tahun penjara denda Rp.20 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Mengenai barang bukti berupa 2 unit kapal yang digunakan oleh para terdakwa, dikembalikan kepada pemiliknya  Arjuna Bin Jumhan.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan jaksa sebelumnya, para terdakwa tersebut diamankan oleh polisi dari anggota Satreskrim Polresta Barelang di Pelabuhan ilegal di Tanjung Sengkuang, Batuampar, Batam, Kepri.

Mereka diamankan pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 malam sekitar pukul 22.00 Wib lalu karena telah mengakut Tenaga Kerja Indondonesia (TKI) dari Malaysia secara ilegal masuk ke Batam.

Dari dua unit Kapal Sped boat yang digunakan oleh para terdakwa, polisi menemukan sekitar 155 orang penumpang TKI yang baru dibawa dari Malaysia.

Kepada polisi, para penumpang mengaku membayar ongkos perjalanannya dari Malaysia ke Batam masing-masingnya membayar sebesar Rp. 4 juta atau sekitar RM 1000 (Ringgit Malaysia).

Dalam perkara ini, tekong atau juragannya para terdakwa yang bernama Haji Husein sampai saat ini masih DPO. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...