Diduga Diperdayai Lilie Lo, Joko Taslim Lim Terkejut Rukonya Dikuasai Bank Mestika - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 8 October 2019

Diduga Diperdayai Lilie Lo, Joko Taslim Lim Terkejut Rukonya Dikuasai Bank Mestika

  Dibaca: 1 kali


Komplek Pertokoan Taman Kota Mas, Baloi Indah, Batam, Kepri.

Dinamika Kepri, Batam - Joko Taslim Lim mengaku sangat kesal terhadap sikap perbuatan adik kandung dari istrinya yang bernama Lilie Lo.

Katanya, kekesalan itu terjadi lantaran adik iparnya Lilie Lo itu tak kunjung menepati janji untuk melunasi pembayaran jual beli dua unit Rumah Toko (Ruko) miliknya di Komplek Pertokoan Taman Kota Mas, Baloi Indah, Batam, Kepri, sementara dua unit Ruko yang berdiri di atas Sertiflkat HGB bernomor 1172 dan 1173 di Baloi lndah itu, sudah bertahun-tahun dikuasai dan telah digunakan Lilie Lo untuk bisnis suaminya.

"Saya kesal karena dua Ruko milik saya di Komplek Pertokoan Taman Kota Mas, Batam telah dijadikan Lilie Lo menjadi kantor Bank Mestika. Sementara Ruko itu belum dilunasinya. Bahkan sudah betahun-tahun digunakan, tetapi tidak pernah memberitahukannya ke saya," kata Joko Taslim Lim kepada media melalui selulernya, Jumat (4/10/2019).

Saat ditanya bagaimana bisa Rukonya bisa dikuasai oleh Lilie Lo, jawab Joko Taslim Lim mengisahkan, istrinya memiliki adik kandung bernama Lilie Lo. Lilie Lo adalah istri Indra Halim (Komisaris PT. Bank Mestika Dharma).

Kata dia, pada pertengahan tahun 2005 yang lalu, Lilie Lo menyatakan niat ingin membeli dua unit Ruko miliknya yang ada di Komplek Pertokoan Taman Kota Mas, Batam itu.

Waktu itu Lilie Lo meminta agar menyerahkan seluruh dokumen kepemilikan dua Ruko tersebut supaya diurus proses jual belinya ke notaris.

Setelah dokumen diserahkan dan seiring berjalannya waktu, lalu pada pertengahan tahun 2006 diketahuinya bahwa dua unit Ruko itu telah digunakan menjadi kantor Bank Mestika.

Mengetahui hal itu, bersama istrinya Lo Tjioe Lai, ia meminta Lilie Lo dan Indra Halim agar melunasi pembayaran kedua Ruko itu, namun tidak ada hasilnya.

"Sudah bertahun-tahun dilakukan upaya kekeluargaan namun tidak ada hasilnya. Maka itu saya mengajukan Permohonan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam. Pengajuannya tanggal 02 Juli 2019 lalu, dan SKPT itu telah saya terima pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 lalu," kata Joko Taslim.

Kata dia, setelah SKPT itu terimanya pada tanggal 11 Juli 2019, lalu keesokan harinya, hari Jumat tanggal 12 Juli 2019, dia bersama kuasa hukumnya lalu melakukan pertemuan dengan pihak mewakili Kantor BPN Kota Batam, Heru Jati Kustanto.

Pada pertemuan tersebut kata dia sangat terkejut yang mana terungkap bahwa berdasarkan Warkah yang dimiliki oleh Kantor BPN Kota Batam terkait Sertiflkat HGB Nomor 1172 Baloi Indah dan Sertifikat HGB Nomor 1173 Baloi Indah itu, terdapat ada akta jual beli tertanggal 24 Agustus 2005 antara dia (Joko Taslim Lim=red) dengan PT. Bank Mestika Dharma yang dibuat dihadapan PPAT Sinwar Widjono.

Lanjutnya, selain itu terungkap, yang lainnya juga terungkap bahwa terdapat ada surat permohonan izin peralihan hak atas tanah yang dibuat serta ditandatangani olehnya yang ditujukan kepada Otorita Batam (BP Batam) tertanggal 23 Agustus 2005 yang menyatakan bahwa ia memohon untuk mengalihkan kepada PT. Bank Mestika Dharma.

"Saya sangat terkejut dengan kedua surat itu. Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah mengajukan atau menandatangani surat permohonan izin peralihan hak atas tanah untuk menjual kepada PT. Bank Mestika Dharma. Saya menjualnya kepada Lilie Lo, bukan ke PT. Bank Mestika Dharma. Karena saya tidak melakukannya, maka saya dapat memastikan bahwa itu sudah merupakan tindakan pidana pemalsuan," kata Joko Taslim Lim memastikan. (Ag)


Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...