Bawa Sabu 419 Gram, Muhammad Walad Penjual Nasi Goreng Pasar di Minggu Disidangkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Friday, 4 October 2019

Bawa Sabu 419 Gram, Muhammad Walad Penjual Nasi Goreng Pasar di Minggu Disidangkan

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Muhammad Walad saat menjalani sidang di PN Batam, Kamis (3/10).

Dinamika Kepri, Batam - Muhammad Walad yang mengaku penjual Nasi Goreng di warung makan Mie Aceh Pasar di Minggu, Jakarta Selatan, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (3/10/).

Terdakwa disidangkan lantaran kedapatan membawa Narkotika jenis sabu seberat 419 gram di dalam kardus yang disandangnya.

Terdakwa ditangkap di dalam pesawat setelah kardus yang dibawanya yang sudah sempat masuk ke bagasi pesawat, kembali dicek ulang menggunakan X ray oleh petugas Bea Cukai Bandara.

Untuk mempertangungjawabkan perbutannya, dalam perkara ini, Jaksa penuntut Immanuel mendakwa terdakwa dengan dakwaan melanggar sebagaimana diatur di dalam pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam sidang, menurut pengakuan terdakwa sabu itu didapatnya dari seseorang yang bernama Samsul di Batam atas suruhan Erik (DPO) dari Jakarta.

Sedangkan untuk upahnya, Erik menjanjikan akan memberikannya Rp 7 juta, dan terdakwa mengaku sudah menerima Rp 5 juta dan sisanya Rp 2 juta akan diberikan setelah sabu 419 gram itu sampai di Jakarta.

Kepada majelis hakim yang diketuai Muhammad Chandra, terdakwa mengatakan mau melakukannya karena terhimpit ekonomi keluarga.

"Waktu itu Erik datang ke tempat saya warung makan Mie Aceh Pasar di Minggu. Erik menawarkan pekerjaan untuk membawa sabu di Batam ke Jakarta dengan upah Rp 7 juta. Saya mau kebetulan saat itu saya butuh uang untuk biaya masuk anak sekolah. Sebelum berangkat ke Batam, Erik memberikan saya tiket dan uang Rp 5 juta, sedngkan  sisanya Rp 2 juta lagi akan diberikan Erik setelah barang sampai ke tangannya," kata terdakwa Muhammad Walad.

Setelah mendengar keterangan dari terdakwa, majelis hakim kemudian menunda sidang satu minggu ke depan dengan agenda pembacaan tuntutan. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...