Terkait Sidang Perkara Hendri, Allan Suharsat: Selain Dia Teman Dekat, Saya Juga Punya Hati Nurani - DINAMIKA KEPRI.COM

Tuesday, 17 September 2019

Terkait Sidang Perkara Hendri, Allan Suharsat: Selain Dia Teman Dekat, Saya Juga Punya Hati Nurani

  Dibaca: 1 kali


Allan Suharsat.

Dinamika Kepri, Batam - Hari ini terdakwa Hendri mantan Kasatpol-PP Kota Batam sidang kasus dugaan penipuan  senilai Rp 280 juta terhadap Allan Suharsad (korban=red) akan digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (17/9).

Pada sidang kedua ini, Jaksa penuntut mengahdirkan saksi korban yang juga sebagai pelapor yakni Allan Suharsat.

Di sela waktunya, saat menunggu jadwal sidang di PN Batam, ketika diwawancarai wartawan media ini, Allan Suharsat mengatakan, katanya sebelum ia melaporkan Hendri ke polisi, ia dan Hendri sudah beberapa kali bertemu dan melakukan upaya kekeluargaan, namun Hendri tidak menepati janjinya untuk mengembalikan uang itu sehingga ia melaporkannya ke polisi.

" Sudah, upaya kekeluargaan mungkin sudah puluhan kami lakukan, namun itu dia, semuanya hanya janji-janji saja. Katanya akan mengembalikannya, tapi sampai bertahun-tahun ditunggu, tidak ada juga realisasinya. Saya jadi kesal dan merasa seperti dipermainkan, makanya saya laporkannya ke polisi, saya melaporkan sudah setahun lebih yang lalu," kata Allan Suharsat yang juga Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Batam itu.

Saat ditanya lagi bagaimana jalannya uangnya itu bisa diserahkannya ke terdakwa, jawabnya, karena terdakwa kepadanya menjanjikan dua PL proyek yang ada dilingkungan Satpol-PP Kota Batam.

"Awalnya Ia menjanjikan dua PL proyek kepada saya. Namanya kita sudah berteman dekat sejak lama, ya saya percaya saja. Tapi ini balasannya. Ketika uang itu sudah diterimanya, dengan berjalannya waktu, saya pun meminta proyek itu, tapi ia malah mengatakan kalau proyek itu telah dikerjakannya melalui perusahaannya. Dan ia memberikan saya Rp 20 juta dari keuntungannya dan berjanji akan segera mengembalikan uang yang saya itu, namun hingga bertahun-tahun saya tunggu, tak juga dikembalikan," katanya.

Ia juga mengatakan, setelah Hendri dilaporkan ke polisi, ada banyak pihak yang mencoba melobinya dengan janji akan melunasi uang itu, namun tidak ada hasilnya, bahkan Hendri sendiri membuat surat perjanjian dengan bermaterai padanya akan mengembalikan uang itu.

" Ada banyak pihak yang coba melobi saya, janjinya akan dibayarkan. Saya tunggu-tunggu, namun tak jelas juga," pungkasnya.

Saat ditanya apa harapannya atas perkara terdakwa itu, Allan berharap uangnya itu dikembalikan terdakwa.

"Harapan saya uang dikembalikan, itu saja. Saya juga tak ingin mempidanakannya. Sebagai manusia saya punya hati nurani, selain itu, dia juga teman dekat saya," ujarnya.

Kata dia mengakhiri, setelah usai perkara pidana terhadap terdakwa ini, selanjutnya ia akan melanjutkan gugatan perdata.

"Untuk meminta uang itu kembali, setelah ini, saya akan mengugatnya dengan perdata," tutupnya.

Sebelumnya, sebagaimana diuraikan dalam dakwaan jaksa penuntut, korban melaporkan Hendri ke polisi karena telah meminta sejumlah uang dengan menjajikan dua PL Proyek pengadaan barang dan jasa untuk pengadaan pakaian senam bagi anggota Satpol dilingkungan Satuan Polisi Pamong Praja dan pengadaan catering makanan pada bulan Mei 2016 yang lalu, yang saat itu terdakwa masih aktif sebagai Kasat di Satpol-PP Kota Batam.

Dalam perkara ini, terdakwa Hendri didakwa jaksa dengan ancaman tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...