Terkait Gugatan Lahan Bangunan Baru Hotel Formosa, Jaksa Nilai Putusan PTUN tidak Tepat - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 19 September 2019

Terkait Gugatan Lahan Bangunan Baru Hotel Formosa, Jaksa Nilai Putusan PTUN tidak Tepat

  Dibaca: 1 kali


Samsul Sitinjak, SH. 

Dinamika Kepri, Batam -  Menjawab terkait dikabulkannya gugatan penggugat PT Batama Nusa  Permai terhadap tergugat satu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Batam dan PT Artha Utama Propertindo sebagai tergugat dua oleh majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang pada hari Rabu 18 September 2019, Pengacara Negara, Samsul Sitinjak, SH kepada media mengatakan bahwa putusan itu tidaklah tepat.

“Saya menilai putusan majelis hakim PTUN Tanjungpinang yang menyidangkan perkara itu tidak tepat atau sesuai, sebab di dalam amar putusan, hakim telah menyebutkan bahwa pihak tergugat tidak cermat. Sementara untuk syarat IMB, hakim menyatakan sudah sesuai prosedur dan tidak ada masalah,” ujar Samsul pada saat di temui wartwan di ruang kerjanya di gedung kantor Kejari Batam, Kamis (19/9/2019) siang.

Samsul menjelaskan, persoalan andalalin yang menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara ini sangat keliru, karena yang digugat oleh penggugat adalah Akses (jalan=red) keluar masuk materilal untuk pembangunan hotel tidak ada kaitannya dengan IMB. Karena di IMB hanya ada bangunan.

Baja jugaAjukan Upaya Banding, Mustari Sebut Putusan PTUN Bukan Akhir Segalanya

“Persoalan andalain tidak ada kaitan dengan IMB, karena IMB cuma bangunan saja. Sementara Andalalin itu dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam” terangnya.

Lebih lanjut, Samsul mengatakan alasan penggugat (PT Batama Nusa permai/ developer Pembangun Formosa Hotel=red) yang mengklaim Jalan atau akses keluar masuk material ke hotel sebagai miliknya sangat tidak masuk akal. Sebab pada tahun 2013, di Fatwa Planologi milik penggugat sama PL nya , itu merupakan row jalan (Row 30).

“Kalau sudah row jalan, itukan sudah milik pemerintah atau milik umum. Ngapain penggugat mempersoalkan itu,” imbuh Samsul.

Samsul menegaskan, terkait kerugian yang di klaim oleh PT Batama Nusa Permai soal penggunaan jalan tersebut yang langsung menuju ke City Walk, itu merupakan urusan penggugat. Tidak ada kaitannya dengan IMB.

Baca juga:   Hotel di Row jalan, Wawako Batam : Kita cek dahulu dokumennya, jika menyalahi aturan, akan dibongkar

“ Walaupun jalan tersebut di bangun oleh pihak penggugat, itukan nggak ada urusan, itukan row jalan. Kalau pun penggugat merasa dirugikan, ya itu merupakan urusan mereka, karena tidak ada kaitannya dengan IMB tersebut,” kata Samsul.

Menanggapi putusan dari PTUN tersebut, Samsul masih menyatakan pikir - pikir selama 14 hari untuk melakukan upaya hukum lainnya.

“ Terkait upaya hukum lainnya yang akan ditempuh. Selaku pengacara negara yang diberi kuasa oleh kepala dinas BPMPTSP sebagai tergugat, kami akan berkoordinasi ke pihak Dinas BPMPTSP dan bagian hukum untuk melakukan upaya banding,” tutup Samsul.(Ag/Kn)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...