Sidang Thinesh Kumar Nayar Dihentikan, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Saksi Penyidik - DINAMIKA KEPRI.COM

Thursday, 5 September 2019

Sidang Thinesh Kumar Nayar Dihentikan, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Saksi Penyidik

  Dibaca: 1 kali


Terdakwa Thinesh Kumar Nayar (kanan).

Dinamika Kepri, Batam - Mendengar jawaban terdakwa Thinesh Kumar Nayar bertentangan (kontradiksi) dengan yang dituangkan terdakwa di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), maka sidang pemeriksaan terhadap Thines Kumar terpaksa dihentikan sementara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (4/9/2019).

Dengan itu, untuk memperjelasnya ketua majelis hakim Marta Napitupulu meminta jaksa penuntut Rumondang Manurung agar menghadir saksi Verbalisan (penyidik) pada sidang berikutnya.

"Karena jawaban terdakwa berbeda dengan keterangan di BAP, maka untuk sementara ini sidang dicut dulu. Untuk itu diminta supaya jaksa penuntut menghadirkan saksi verbalisan disidang berikutnya. Sidang akan kembali kita lakukan pada hari Selasa tanggal 10 September 2019 dan terdakwa kembali ke dalam tahanan," kata hakim Marta.

Perbedaan yang dimaksud yaitu terkait keterangan terdakwa di BAP yang menyatakan "Saya sudah dua tahun ini kenal dengan Nakotika jenis ganja, dan sudah 15 kali mengisapnya. Saya sudah mengisap ganja itu di rumah teman saya di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya mendapat ganja itu diberi teman saya yang di Kuala Lumpur" yang mana saat pernyataannya itu ditanyakan jaksa kepada terdakwa, jawabnya itu benar.

"Itu tidak benar, penyidik salah pengertian," kata terdakwa warga negara Malaysia itu ke jaksa melalui penerjemahnya.

Terkait hasil tes urine yang dilakukan oleh kepolisian, saat hal itu ditanyakan hakim kepada terdakwa, pengendali kapal Global 60 itu menjawab hasilnya negatif.

" Hasilnya negatif, ya negatif," jawab terdakwa memastikan.

Meski jawaban terdakwa mengatakan hasil tes urinenya negatif, namun Penasehat Hukum (PH) terdakwa meminta kepada jaksa agar hasil tes urine itu bisa ditunjukan disidang berikutnya.

Mendengar permintaan PH terdakwa itu, majelis hakim pun tersenyum. "Kan sudah dibilang negatif, kenapa diminta ditunjukan lagi?," cetus hakim Marta.

Sebagaimana diuraikan dalam dakwaan, sebelumnya terdakwa bersama kru kapal diamankan pada hari Kamis tanggal 09 Mei 2019 sekitar 05:00 Wib oleh tim gabungan dari Mabes Polri bersama Kanwil DJBC Kepri karena kapal Global 60 itu memasuki perairan indonesia.

Saat dilakukan pemeriksaan terkait kapal memasuki perairan indonesia, kepada kepada pihak Kanwil DJBC Kepri terdakwa mengaku ada menyimpan 2 paket ganja di dalam kamarnya.

Mendapat informasi itu, pihak Bea Cukai lalu mengabarinya ke tim pihak polisi, dan langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan ganja itu di kamar terdakwa. Dan untuk pemeriksaan lebih lanjut, terdakwa lalu dibawa Ke Polresta Barelang. Hal ini juga dibenarkan oleh saksi penangkap (Polisi=red) pada sidang sebelumnya.

Dalam perkara ini, untuk mempertangungungjawabkan perbuatannya, jaksa mendakwa terdakwa  dengan ancaman pidana dalam Pasal 111 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau Kedua  pasal  127 ayat (1) huruf (a) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, atau Ketiga ancam pidana pasal 131 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...