Sidang Pembunuhan Ronni Friska, Terdakwa Marlin Dituntut 12 Tahun, 5 Lainnya Dituntut 2 Tahun Penjara - DINAMIKA KEPRI.COM

Sunday, 8 September 2019

Sidang Pembunuhan Ronni Friska, Terdakwa Marlin Dituntut 12 Tahun, 5 Lainnya Dituntut 2 Tahun Penjara

  Dibaca: 1 kali


Para terdakwa saat disidangkan di PN Batam.

Dinamika Kepri, Batam - Terdakwa Marlin Sinambela sidang perkara terkait meninggalnya Ronni Friska Hasibuan yang sebelumnya jasad korban ditemukan membusuk dengan tangan terikat di semak-semak kawasan Tiban Permai, Batam, Kepri beberapa waktu lalu, alhirnya dituntut jaksa 12 tahun penjara.

Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan  Marlin Sinambela telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Dengan sengaja merampas nyawa orang lain” dengan  melanggar pasal 338 KUHPidana.

"Menuntut terdakwa Marlin Sinambela alias Mabeos dengan pidana penjara selama dua belas tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," baca JPU, Kamis (5/9/2019) saat agenda sidang penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Terkait barang bukti, JPU menyatakan barang bukti berupa satu tulang paha kanan mayat diduga milik korban, tali yang ditemukan mengikat pada kedua tangan korban, baju kemeja lengan pendek merk Bonia warna biru dongker, baju kaos oblong merk dagudu warna biru dongker dan kaos dalam merk HING size 30 warna putih yang ditemukan masih melekat pada badan korban, dirampas untuk dimusnahkan dan menyatakan satu unit sepeda motor merk Honda yang sudah modifikasi menjadi becak barang sebagai alat transportasi pada saat melukai korban dan diduga dipergunakan untuk membuang korban ke tempat ditemukannya mayat korban, dikembalikan kepada terdakwa Marlin Sinambela alias Mabeos.

Selain itu 5 terdakwa lainnya,  Darwin Sinambela, Ronni Tampubolon, Hendro Simanjuntak, Moral Hasudungan Hutapea dan Haryanto Sibarani, masing-masing dituntut JPU 2 tahun penjara.

Dalam amar tuntutan, JPU menyatakan kelima terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang” melanggar pasal 170 ayat (1) KUHPidana.

"Menuntut terdakwa Darwin Sinambela, Ronni Tampubolon, Hendro Simanjuntak, Moral Hasudungan Hutapea dan Haryanto Sibarani masing-masing pidana selama dua tahun penjara dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar para terdakwa tetap ditahan," baca JPU.

Menanggapi tuntutan tersebut, melalui penasehat hukumnya masing-masing, para terdakwa terdakwa menyatakan akan melakukan pembelaan (Pledoi).

Setelah mendengarkan permintaan itu, majelis hakim yang diketua hakim Renni Pitua Ambarita didampidngi dua hakim anggota, lalu menunda sidang pekan depan yakni pada hari Kamis 12 Agustus 2019 dengan agenda untuk mendegarkan pembelaan dari penasehat hukum para terdakwa.

Sebelumnya para terdakwa ini ditangkap polisi setalah jasad korban ditemukan membusuk di semak-semak kawasan Tiban Permai, Batam, Kepri.

Para terdakwa ini ditangkap dari tempat yang berbeda di Batam. Sedangkan terdakwa Marlin Sinambela yang diduga sebagai otak pembunuhan bermotif cemburu terhadap korban dengan istrinya ini, juga sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap polisi yang memburu di Kota Bogor, setelah itu dibawa ke Polresta Barelang. (Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...