Proyek yang Dijanjikan Hendri ke Allan Suharsat Ternyata Fiktif - DINAMIKA KEPRI.COM

Wednesday, 18 September 2019

Proyek yang Dijanjikan Hendri ke Allan Suharsat Ternyata Fiktif

  Dibaca: 1 kali


Suasana sidang terdakwa Hendri (baju merah) di PN Batam, Selasa (17/9/2019) siang. 

Dinamika Kepri, Batam – Terkuak, ternyata dua PL proyek pengadaan barang dan jasa untuk pakaian senam bagi anggota Satpol dilingkungan satuan polisi pamong praja pagu senilai Rp.150 juta dan pengadaan catering makanan pagu senilai Rp.120 juta yang dijanjikan Hendri kepada Allan Suharsat pada bulan Mei 2016 yang lalu itu adalah proyek fiktif alias tidak benar adanya, hal itu terungkap saat sidang pemeriksaan saksi Rini Putri, Allan Suhasat dan pegawai Bank Mandiri di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (17/9).

Selain itu terungkap juga bahwa  pihak yang dirugikan dalam perkara ini bukanlah  Allan Suhasat tetapi  Rini Putri, pasalnya uang sebesar 180 juta yang sebelumnya ditransferkan ke Rekening milik Hendri pada tahun 2016 lalu itu, uangnya Rini Putri bukan uang milik Allan Suharsat.

Sebagai satu komunitas, Allan Suharsat dan Rini Putri katanya waktu itu telah berencana bekerjasa untuk mengerjakan proyek itu. Rini Putri sebagai pendananya sedangkan  Allan Suharsat berperan yang akan mengerjakan proyek itu.

Namun karena  proyek tak kunjung ada, Rini lalu mendesak Allan untuk meminta uangnya kembali. Lalu Allan pun mendesak Hendri untuk mengembalikan uang Rp 180 juta itu.

Meski ada pengembalian, namun tidak seluruhnya, pengakuan Rini,  ia pernah menerima Rp 20 juta dari terdakwa Hendri. Selain itu Hendri juga mengaku pernah menyerahkan uang Rp 25 juta ke Allan Suharsat.

Menurut Hendri ia sudah memgembalikan uang milik korban lebih dari Rp 70 juta. Terkait Rp 25 juta itu, Allan Suharsat membenarkannya, namun kata Allan ke majelis hakim, kalau uang Rp 25 juta itu bukan sebagai pengembalian kerugian uang korban, melainkan uang kewajiban denda.

" Itu uang denda dan kewajiban terdakwa karena sebagai penyelenggara negara telah mengulur-ulur proyek yang dijanjikannya," ucap Allan Suharsat.

“ Tadi saudara mengatakan terdakwa ini teman dekat saudara, tapi kok saudara malah mikirin untung? Harusnya memikirkan bagaimana supaya uang korban ini kembali, bukan memikirkan untungnya,” kata hakim Muhammad Chandra ke saksi Allan Suharsat.

” Kalau mau membahas berapa denda berapa keuntungan, tidak di sidang ini tempatnya, ini sidang pidana. Saudara bisa melakukannya digugatan perdata,” sambung hakim  Muhammad Chandra.

Mengenai pernyataan terdakwa bahwa pernah menyerah uang Rp 25 kepada Allan Suharsat, ketika ditanya hakim ke saksi korban, apakah uang itu sampai kepadanya, jawab Rini sampai namun tidak semuanya.

“ Ya ada, tapi tidak sampai segitu yang mulia,” kata Rini Putri

Selain itu, saat ditanya jaksa Rumondang memastikan berapa lagi sisa kerugian saksi korban saat ini, Jawab Rini kerugiannya bersisa  Rp 110 lagi. Selain itu korban juga mengiyakan jika terdakwa ingin mengembalikan sisa uangnya itu, baiknya ke dia langsung.

Setelah mendengarkan itu, majelis hakim lalu menunda sidang satu minggu ke depan dengan agenda  sidang pemeriksaan saksi  lain.

Sebelumnya, sebagaimana diuraikan dalam dakwaan jaksa penuntut, terdakwa Hendri Mantan Kasatpol-PP Kota Batam ini disidangkan karena dilaporkan oleh Allan Suharsat  ke polisi. Hendri  dilaporkan karena tidak menepati janjinya untuk mengembalikan uang milik korban.

Dalam perkara ini, terdakwa Hendri disidangkan karena diduga hendak bermaksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu, keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang dengan ancaman tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 378 sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum.

Dari pasal yang didakwakan dan jika terbukti bersalah, terdakwa terancam pidana 4 tahun kurungan penjara.(Ag)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...