Polda Kepri Ungkap Trafficking di Karimun, 31 Wanita yang Dijadikan Pelaku PSK Diselamatkan - DINAMIKA KEPRI.COM

Monday, 9 September 2019

Polda Kepri Ungkap Trafficking di Karimun, 31 Wanita yang Dijadikan Pelaku PSK Diselamatkan

  Dibaca: 1 kali


Saat Konferensi Pers ungkap tindak pidana trafficking di Mapolda Kepri, Senin (9/9).

Dinamika Kepri, Batam – Sebanyak 31 korban perdagangan orang (trafficking human) terdiri wanita berusia 19 tahun sampai dengan 28 tahun, berhasil diselamatkan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dari para pelaku eksploitasi dari komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun, Kepri pada hari Jumat tanggal 6 September 2019 yang lalu.

Para wanita itu diselamatkan dari dua tersangka yakni Akui alias Papi Awi sebagai penampung dan DP alias Fahllen sebagai perekrutnya. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Kepri oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Arie Dharmanto dan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, Senin (9/9).

Disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kronologis pengungkapan itu yakni dilakukan pada hari Kamis (5/9) setelah didapat informasi terjadi dugaan tindak pidana Perdagangan Orang di wilayah Kabupaten Karimun, Kepri.

Dari Informasi itu, kemudian tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri pada hari Jumat (6/9) lakukan penyelidikan dan melakuka penggrebekkan di komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun.

Dari hasil penggerebekan itu, 30 orang korban perempuan di Villa itu diselamatkan dan satu orang wanita berinisial LA yang telah berada di Batam juga berhasil diselamatkan.

LA sendiri rencananya akan pulang ke kampung halamannya dikarenakan ia merasa ditipu dan tidak tahan atas pekerjaan yang telah diberikan oleh pelaku kepadanya.

LA ditipu pelaku dengan dijadikan  sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan tarif dari Rp 600 ribu rupiah hingga Rp 2 juta rupiah.

"Tim terus melakukan pengembangan, penyidikan dan mengarah kepada DP alias Fahllen yang berada di Bandung, selanjutnya pada Sabtu (7/9) tim bergerak menuju Desa Cingondewahilir kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan mengamankan pelaku untuk selanjutnya di bawa ke Polda Kepri," terang Kombes Pol S. Erlangga.

Dilanjutkannya, dari pemeriksaan tersangka, didapati modus operandinya dengan melakukan perekrutan melalui Aplikasi Beetalk, Line dan Facebook yang mencantumkan nomor Handphone WhatsApp dan lowongan pekerjaan sebagai LC atau pemandu lagu dan terapis SPA, namun dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial dan ditampung oleh tersangka Akui alias Awi di komplek Villa Garden tersebut.

Eksploitasi yang dialami oleh korban adalah eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual, untuk Eksploitasi Ekonomi sendiri korban dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial dengan harga satu kali bookingan dari Rp 600 ribu hingga Rp. 2 juta  rupiah dengan sistem bagi hasil yaitu 50 persen untuk korban dan 50 persen untuk pengelola.

Hasil dari pekerjaan sebagai PSK tersebut akan diberikan setiap enam bulan sekali. Sedangkan untuk Eksploitasi seksual adalah tersangka Akui als papi AWI mempekerjakan korban sebagai pekerja seks komersial dengan cara korban di booking oleh tamu ke hotel.

Untuk barang butiknya, dari tersangka AK alias Awi ditemukan 2  buku catatan tarif bookingan, 1 buku catatan kasbon, Uang tunai senilai Rp 15,5 juta rupiah, 1 buku absensi korban, dan 1 unit handphone merek Samsung Note 8 warna hitam.

Sedangkan dari tersangka DP alias Fahllen, diamankan barang bukti berupa 1  unit hapnhone merek vivo tipe y91 warna biru, dan 1 (satu) buku rekening Bank BCA nomor rekening 3790265XXX atas nama tersangka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan pasal 55 KUHP dengan ancaman paling singkat 3 tahun paling lama selama 15 tahun kurungan dan denda paling sedikit Rp.120 juta dan [aling banyak senilai Rp.600 juta rupiah. (Ril)

Apa reaksi anda tentang artikel ini?

Loading...